Minggu, 25 Februari 2018 | 20:39 WIB

  • News

  • Kesra

Persoalan Akses Jalan Petani di Desa Borong Pa‘la‘la Tuntas dengan Dana Desa

Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo, meninjau jalan desa di Gowa, Sulawesi Selatan.
NNC/Vito Adhityahadi
Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo, meninjau jalan desa di Gowa, Sulawesi Selatan.

GOWA, NNC - Sudah puluhan tahun lamanya, warga di Desa Borong Pa'la'la, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang bekerja sebagai petani mengalami kesulitan dalam penyaluran hasil panen, lantaran akses jalan dari sawah menuju pengolahan padi sangat buruk.

Sehingga, selama puluhan tahun para petani harus memutar jalan dengan jarak yang jauh untuk mengantar padi agar dapat diolah menjadi beras.

Persoalan ini menjadi perhatian Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo terhadap kesulitan para petani dalam produksi beras.

Menteri Eko, selanjutnya segera mencari solusi persoalan tersebut, yaitu dengan membangun jalan tani dan jembatan baja. Diketahui, pembangunan tersebut menggunakan dana desa dengan skema Padat Karya Tunai.

Pada siang hari ini, Kamis (15/2/2018) Menteri Eko meninjau langsung pembuatan jalan tani dan jembatan baja di Desa Borong Pa'la'la itu.

"Jalan tani yang akan dibangun itu menjadi salah satu nadi perekonomian masyarakat desa yang hampir semua warga  bermatapencaharian sebagai petani," jelas Menteri Eko.

Seperti diketahui sebelumnya, total dana desa untuk tahun 2018 sebesar Rp 1,39 miliar, jalan tani sepanjang 200x2 meter dan jembatan besi sepanjang 4 meter tersebut mendapatkan alokasi sebesar Rp 117 juta.

Sebesar Rp38 juta dari pembangunan tersebut diantaranya digunakan untuk upah pekerja. Melibatkan sekitar 50 orang warga miskin dan pengangguran, pengerjaan infrastruktur desa tersebut ditargetkan selesai dalam 30 hari. Upah untuk tukang sekitar Rp 122.000 dan upah untuk pekerja sekitar Rp 102.000 per hari.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Borong Pa'la'la, Ramli Supriadi menyatakan, pemanfaatan dana desa sudah sesuai hasil. Infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi terus dibangun. Pembangunannya pun sudah sesuai dengan hasil musyawarah desa.

"Apa yang kita bangun sesuai dengan kebutuhan warga. Kami fokus pada petani karenanya membuat jalan tani," ujar Ramli.

Salah satu petani yang merasakan langsung pemanfaatan dari jalan usaha tani, Baharudin (34)  menyatakan bahwa dulu jika ke sawah harus memutar dengan jarak 2 km tapi jalanannya berlumpur.

"Dengan adanya jalan tani ini memudahkan kami untuk mengangkut hasil panen. Yang dulunya kami harus jalan kaki atau menggunakan kuda saat mengangkat hasil panen. Selain itu membutuhkan waktu yang lebih lama. Sekarang setelah ada jalan tani kami bisa mengangkut hasil panen dengan kendaraan bermotor dan lebih cepat," ujarnya.

Reporter : Vito Adhityahadi
Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?