Minggu, 25 Februari 2018 | 20:36 WIB

  • News

  • Kesra

Presiden Ingin Anggaran PKH dan Bansos Rastra Ditambah

Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Batu Merah, Ambon.
NNC/Vito Adhityahadi
Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Batu Merah, Ambon.

GOWA, NNC - Presiden Joko Widodo mengharapkan kondisi perekonomian Indonesia semakin membaik sehingga  anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial (Bansos) Beras Sejahtera (Rastra) dapat ditingkatkan. Ia juga mengharapkan anggaran tersebut dimanfaatkan untuk pendidikan dan kesehatan anak.

"Agar anak-anak kita makjn sehat dan makin pintar. Sehingga bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Saya minta doanya kepada ibu-ibu dan anak-anak ku semuanya ya," kata Jokowi di depan penerima PKH, Bansos Rastra, dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), di Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (14/2/2018).

Sebelumnya, Presiden telah meningkatkan anggaran PKH untuk tahun ini sebesar Rp 17,3 triliun atau naik 73,3 pesen dari alokasi tahun 2017. Jumlah penerima PKH juga terus meningkat dari 6 juta keluarga pada 2017, menjadi 10 juta tahun ini.

Presiden berharap kondisi perekonomian nasional makin baik, sehingga cukup alokasi untuk mendukung keinginannya meningkatkan anggaran PKH dan Bansos Rastra. "Doakan APBN kita ada kelebihan anggaran sehingga anggaran PKH bisa ditingkatkan," kata Presiden.

Dalam sambutannya, Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham menyatakan, penerima PKH reguler di Provinsi Sulawesi Selatan 2018 sebanyak 311.997 keluarga atau senilai Rp589.674.330.000.

Untuk bansos rastra mencakup 405.850 keluarga dan sebanyak 229.835 keluarga terdaftar dalam program BPNT. Total nilai bantuan untuk keduanya sebanyak Rp1.193.749.790.000.

Mensos menyatakan kegembiraannya mendengar motivasi yang disampaikan Presiden kepada masyarakat penerima bantuan. Mensos juga sangat mendukung harapan Presiden yang akan meningkatkan anggaran PKH.

"Dengan begitu anak-anak kita semakin pintar dan ke depan akan ada banyak keluarga yang terangkat nasibnya dan mandiri secara ekonomi," kata Mensos.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?