• News

  • Kesra

Korban Kapal Tenggelam Dipastikan Dapat Santunan

Korban kapal Jolloro yang tenggelam dipastikan dapat santunan.
Sulsel1
Korban kapal Jolloro yang tenggelam dipastikan dapat santunan.

MAKASSAR, NNC - Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menegaskan bagi seluruh korban kecelakaan kapal nelayan (jolloro) yang meninggal dunia di perairan Selat Makassar akibat tenggelam, wajib diberikan santunan.

"Semua korban tenggelam akan difasilitasi Pemkot Makassar sampai pada pemakamannya, para korban meninggal akan mendapat santuan dari Jasa Raharja," tutur Ramdhan saat memberikan keterangan pers di Rumah Sakit Jalla Ammari TNI Angkatan Laut, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, (13/6/2018).

Selain itu, seluruh korban yang mengalami kecelakaan tetap mendapat perawatan dengan baik termasuk yang masih berada di dua rumah sakit yakni Akademis dan RS Jalla Ammari TNI AU.

"Tetap diberikan perawatan penuh dan semua akan ditanggung Pemkot Makassar, mengingat korban terdaftar sebagai warga Makassar dari Kecamatan Sangkarang," jelas Ramdhan.

Saat memberikan keterangan pers tersebut bersama Kabid Humas Polda Kombes Pol Dicky Sondani, Kabiddokes Polda Sulsel Kombes Pol Raden Harjuno, Kapolres Pelabuhan AKBP Aris Bachtiar serta Kadis Kesehatan Provisi Sulsel Rahmat Latif juga disempatkan doa bersama agar para korban dilapangkan jalannya.

"Mari kita bersama-sama membacakan surah Al Fatihah agar para alhamarhum korban kecelakaan kapal hari ini dilapangkan jalannya oleh Allah SWT," ucapnya sembari berdoa.

Pada kesempatan itu, Ramdhan yang akrab disapa Danny Pomanto didaulat memberikan surat keterangan berita acara penyerahan kepada keluarga korban.

Usai penyerahan secara simbolis jenazah korban kepada keluarga yang masih berada di RS Jalla Ammari langsung dibawa ke Pelabuhan Paotere untuk selanjutnya di bawa ke Pulau Barrang Lompo untuk dimakamkan.

Sementara Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani menambahkan, untuk pencarian korban yang belum ditemukan sebanyak delapan orang, malam ini dihentikan dan pada Kamis pagi pukul 06.00 WITA akan kembali dilakukan pencarian.

Mengenai dengan jumlah korban yang sudah diidentifikasi, korban meninggal sebanyak 13 orang, 24 selamat dan delapan masih hilang dan akan dilakukan pencarian esok hari.

"Untuk kasus ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan apakah ada kelalaian atau adanya kelebihan muatan. Kapal yang mengangkut korban bukan kapal penumpang tapi kapal nelayan digunakan warga untuk membeli kebutuhan dasar menjelang Lebaran," tandas Ramdhan, dilansir Antara.

Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?