• News

  • Kesra

Santunan Ahli Waris, Kemensos Siapkan Dana Lebih dari Rp6 Miliar

Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham saat mengunjungi korban gempa bumi di Lombok.
Kemensos
Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham saat mengunjungi korban gempa bumi di Lombok.

JAKARTA, NNC - Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham mengatakan, hingga Minggu (12/8/2018), pihaknya telah menerima laporan korban meninggal dari Satgas Danrem Kota Mataram. Tercatat, telah ada sebanyak 404 orang yang meninggal dunia akibat gempa Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berpusat di Lombok

Tidak hanya korban meninggal, Mensos juga mengaku terus menerima laporan korban luka-luka dan bangunan rusak. Menanggapi banyaknya jumlah korban, Mensos mengaku pihaknya telah menyiapkan dana sebesar Rp 6.060.000.000,- untuk diberikan pada 404 ahli waris korban gempa.

"Yang meninggal dunia akan diberikan santunan ahli waris tiap orang sebesar Rp 15 juta. Kalau yang meninggal ada 404, berarti ada 6 Miliar, 60 Juta rupiah. Pasti akan diberikan," kata Mensos Idrus usai acara Gebyar Prestasi Keluarga Sejahtera Indonesia, Minggu (13/8/2018).

Lebih lanjut Mensos katakan, bahwa Kemensos sebelumnya telah memberikan santunan kepada 90 ahli waris pada 6-7 Juli 2018 lalu. Sisanya, sebanyak 314 ahli waris akan diberikan santunan dalam waktu mendatang.

Pada masa tanggap darurat, Kemensos juga telah melayani tempat tinggal dengan tenda darurat dan penuhi kebutuhan makan dengan dirikan dapur umum, serta menyalurkan sembako bagi warga yang tidak tinggal di pengungsian. Sedangkan dalam masa pemulihan, Pemerintah akan memperbaiki fasilitas umum dan yang terpenting merehabilitasi seluruh rumah yang terdampak gempa. 

"Seluruh rumah yang terdampak gempa Lombok akan direhabilitasi dan ada yang dibangun kembali. Rumah rusak berat akan diberi bantuan Rp 50 juta, rumah rusak sedang diberi Rp 25 juta dan rumah rusak ringan Rp 10 juta," kata Mensos.

Kata Mensos, pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat rapat Kabinet Kerja. Nantinya, Jokowi akan ke NTB untuk memberi bantuan secara simbolik. 

"Kami juga memberi layanan psikososial bagi warga terdampak gempa Lombok. Layanan psikososial dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI)," ujar Mensos.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian

Apa Reaksi Anda?