• News

  • Kesra

Kemensos Susun Konsep Pemberdayaan Ekonomi Umat Bersama Pimpinan Perusahaan

Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham.
NNC/Martina Rosa Dwi Lestari
Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham.

JAKARTA, NNC - Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham mengatakan, pada Kamis (23/8/2018), Kementerian Sosial ( Kemensos) akan susun konsep pemberdayaan ekonomi umat. Pertemuan tersebut juga rencananya akan dihadiri oleh sebanyak 150 pimpinan perusahaan.

Pernyataan ini disampaikan Mensos Idrus saat dirinya menerima perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), perwakilan Nahdlatul Ulama (NU), sekaligus Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI). Kata Mensos, dalam pertemuan didiskusikan beberapa hal, salah satunya adalah menindaklanjuti kunjungan ke kantor MUI bulan lalu, tentang kerjasama dengan Indomaret terkait pengumpulan uang dan barang.

"Setelah selesai pertemuan, maka kami menindaklanjuti perkembangannya dan kita bentuk tim dari Kemensos dan MUI. Insya Allah pada Kamis ada pertemuan antara MUI, Kemensos dan kurang lebih 150 pimpinan perusahaan," kata Mensos di ruang rapatnya di Kemensos, Jakarta, Senin (20/8/2018).

Lebih lanjut Mensos katakan, saat itu sudah ada hasil dan lebih dari Rp 2 Miliar diberikan ke MUI. Ini dilakukan dalam rangka untuk pemberdayaan ekonomi umat, termasuk pengembangan masyarakat yang ada.

Pada pertemuan Kamis mendatang, akan dilakukan pula diskusi, bagaimana proyeksi kontribusi pimpinan perusahaan dalam rangka untuk membantu pemberdayaan ekonomi dan potensi-potensi rakyat Indonesia. Diharapkan Mensos, nantinya diambil keputusan dan kesepakatan secara konsisten berdasar aturan yang ada dan tidak boleh ada pelanggaran.

Pada saat yang sama, BKPRMI juga diminta ikut berpartisipasi oleh Mensos. Dikatakan Mensos, BKPRMI memiliki program untuk mendorong anak-anak muda di daerah yang berbasis masjid, membutuhkan bantuan mobil untuk operasionalisasi, membersihkan masjid dan sebagai ambulance. 

Mensos juga harap, pertemuan tidak hanya dilakukan oleh MUI, NU, BKPRMI dan pemimpin perusahaan melainkan juga dapat dilakukan oleh pimpinan agama-agama lain yang ada di Indonesia yang memiliki peluang yang sama. "Semua agama diajak, karena potensi sedemikain besar, kalau tidak dijembatani, tak produktif dan dosa," sambung Idrus.

Menurut Mensos, pertemuan dengan pimpinan perusahaan akan berupa konsep, gagasan lalu dikomunikasikan dan semakin baik konsep dan gagasan, maka proyeksi ke depan realisasinya diharap semakin bagus. 

"Implemntasi konsep perlu diskusi dan perlu diselesaikan dengan ciri karakter daerah, yang pasti adalah menggerakan umat dan rakyat. Relevansi dengan Kemensos karena memiliki domain fakir miskin, sehingga diharap konsep dapat menjadi instrumen tekan angka kemiskinan dalam jangka panjang yang sudah terkonsepsi. Ada korelasi dan upaya kesejahteraan rakyat," jelas Mensos.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian

Apa Reaksi Anda?