• News

  • Kesra

Tengok Hidup Sehat Sutopo Sebelum Terkena Kanker Paru

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas  BNPB  Sutopo Purwo Nugroho.
Twitter
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

JAKARTA, NNC - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengunggah sebuah foto yang menunjukkan perbandingan saat dirinya belum sakit kanker paru-paru dan setelah sakit kanker paru-paru, di akun resmi media sosial (medsos) Twitternya, @Sutopo_PN. Diakui Sutopo, berat badan telah susut hingga 20 kg.

Melalui keadaan yang dialaminya, Sutopo imbau followersnya lakukan pengecekan dini rutin jika ada tanda-tanda sakit, pasalnya pencetus kanker terbanyak adalah gaya hidup tidak sehat. Imbauan ini disampaikan Sutopo, dengan harapan tidak ada lagi yang seperti dirinya, dimana ketahuan sakit kanker paru-paru saat sudah stadium lanjut.

"Saya tidak merokok. Saya suka makan sayur dan buah. Saya rajin renang dan fitnes. Tapi saya langsung kena kanker paru stadium 4b," kata Sutopo, dikutip dari akun medsos Twitternya, @Sutopo_PN, Kamis (8/11/2018)

Kata Sutopo, saat ini kanker sudah menyebar ke tulang dan kelenjar getah bening. Gejala mungkin sudah lama tapi diakui Sutopo tidak dirasakan. "Sakit kanker itu luar biasa sakitnya," sambung dia.

Pernyataan ini disampaikan, pasalnya November adalah Bulan Peduli Kanker Paru Sedunia. Sutopo juga sampaikan gejala yang perlu diperhatikan kanker paru diantaranya:

1. Batuk berkepanjangan dan tambah parah. Kadang lendir ada bercak darah tipis
2. Nafsu makan menurun
3. Sakit kepala
4. Sesak nafas dan nyeri di dada
5. Suara serak
6. Berat badan menurun
7. Merasa kelelahan tanpa sebab
8. Badan lemas tiba-tiba.

Dia juga mengatakan, bahwa kanker paru-paru lebih banyak menyerang laki-laki. Penyebab kanker paru-paru :

1. Asap rokok, ada sekitar 4000 zat kimia berbahaya dalam asap rokok.
2. Polusi udara, asap knalpot kendaraan, pencemaran dari pabrik dll.

Deteksi dini :
1. Rontgen
2. Pemeriksaan dahak
3. Biopsi

Diakui Sutopo, banyak orang yang mengkritik dirinya terkait tweet kanker paru dan rokok. Sutopo tegaskan, dia tidak ada maksud apa-apa dan hanya sekedar sharing pengetahuan bahwa salah satu penyebab kanker paru adaoah rokok.

"Apalagi saya juga sbg penyintas kanker paru. Silakan jika anda mau merokok atau tidak itu hak anda," cuit Sutopo.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?