• News

  • Kesra

Guru Berstatus PNS di Pasaman Lakukan Kekerasan Seksual pada Siswa

 Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti.
KPAI
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti.

JAKARTA, NNC - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti katakan, kekerasan seksual terhadap sejumlah siswa oleh oknum guru kembali terjadi. Kali ini diduga dilakukan oleh oknum guru di salah satu sekolah menengah di kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, yang mengajar seni dan budaya. Terduga pelaku  berstatus guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak tahun 2000.

Kasus ini sampai di KPAI setelah salah satu orangtua korban melapor ke aplikasi LAPOR yang terhubung langsung dengan Kantor Staf Presdiden (KSP), Kementerian Lembaga terkait, termasuk Ombudsman dan KPAI.

"Untuk menangani kasus tersebut, KPAI kemudian melakukan pengawasan langsung dan juga meminta pemerintah daerah untuk memfasilitasi rapat koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dan Polres Pasaman di kantor Bupati. Rakor di pimpin oleh Plt. Sekretaris Daerah Pasaman," kata Retno pada NNC, Rabu (12/12/2018).

Kata Retno, proses pengawasan kasus anak diduga korban kekerasan seksual di sekolah yang dilakukan KPAI menggunakan metode observasi dan rapat pembahasan kasus (Case Conference) dengan pihak Pemerintah Daerah dan OPD Kabupaten Pasaman serta Polres Pasaman.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Pasaman bahwa awalnya mereka mengetahui kasus tersebut setelah menerima informasi dari DP3A Provinsi Sumatera Barat. Selanjutnya mereka melakukan penggalian informasi mendalam kepada pihak Sekolah dan beberapa pihak terkait namun tidak diperoleh hasil sesuai dengan pengaduan salah satu orangtua siswa di LAPOR tersebut. Pihak DP3A Kabupaten Pasaman telah melaporkan secara tertulis kepada pihak DP3A Provinsi terkait hasil penggalian informasinya.

"Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman  menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari Kepala Sekolah dan guru yang mengenal terduga pelaku menyatakan tidak mengetahui kasus tersebut," tegas Retno.

Sedangkan Kepala Sekolah tempat terduga pelaku bertugas menyatakan telah berbicara dengan terduga pelaku, beberapa orangtua siswa dan siswa namun hasilnya sama bahwa mereka tidak mengetahui perihal dugaan kejadian tersebut dan selama ini tidak pernah mengetahui kejadian tersebut. Terduga pelaku bersumpah bahwa dirinya tidak melakukan hal tersebut dan berani dihukum jika bersalah.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, terduga pelaku pernah menikah namun  sejak lama telah bercerai dan belum dikaruniai anak serta belum menikah kembali. Sehari-hari tempat tinggal terduga pelaku ramai dengan anak-anak yang belajar matematika bersama pelaku dan bermain Playstation, bahkan kerap menyediakan camilan atau snack.

Polres Pasaman yang hadir dalam Rakor diwakili oleh Kepala Kanit PPA, menyatakan bahwa hingga saat ini Polres Pasaman belum menerima laporan terkait kejadian tersebut. Kanit PPA telah mengecek sampai ke Polsek hingga ke tingkat Bhabinkamtibmas setempat.

"Artinya, hingga pengawasan dilakukan, terduga pelaku belum pernah diperiksa. Namun, pihak Polres Pasaman akan segera melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut," terang Retno.
   

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?