• News

  • Kesra

GMKI Suarakan Harga Tiket Pesawat yang Melambung Tinggi

Sekretaris Umum PP GMKI David Sitorus
Kicaunews
Sekretaris Umum PP GMKI David Sitorus

JAKARTA, NNC - Pengurus Pusat (PP) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) mengomentari kondisi tarif penerbangan yang ada saat ini. Menurut GMKI, harga tiket pesawat melambung tinggi.

Sekretaris Umum PP GMKI David Sitorus mengatakan, kenaikan tarif batas bawah lima persen yang menjadi angin segar bagi masyarakat tidak berbanding lurus dengan harga tiket pesawat. Harga tiket pesawat tidak berada di tarif batas bawah tersebut, bahkan mendekati tarif batas atas.

"Kemahalan tiket harga pesawat ini yang dikeluhkan oleh masyarakat Indonesia. Harga tiket yang cukup tinggi ini membuat tidak semua masyarakat Indonesia mampu bepergian dengan pesawat. Padahal tidak ada pilihan lain selain menggunakan pesawat untuk bepergian apalagi lintas pulau," kata David pada NNC, Rabu (19/12/2018).

Ditambahkan David, harga tiket yang melambung tinggi ini pun ditakutkan akan semakin tinggi menjelang momen Natal dan Tahun Baru. Momen Natal dan Tahun baru ini dikhawatirkan akan semakin meninggikan harga tiket pesawat.

"Apabila harga sangat tinggi maka tidak semua masyarakat Indonesia dapat menggunakan pesawat, hanya mereka yang mempunyai kekayaan lebih yang dapat menggunakannya. Hal ini pun sangat jauh dari rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," jelas David.

Untuk itu pemerintah diharapkan GMKI dapat mengintervensi harga. Kementerian Perhubungan dengan kebijakan yang telah menentukan batas atas harga diharapkan dapat mengawasi dengan baik.

"Sementara itu armada pesawat BUMN seperti Garuda Indonesia, Citylink maupun Sriwijaya Air yang baru bergabung dengan Garuda Indonesia dapat menjadi pesawat penghubung yang tidak terpengaruh harga pasar," harap GMKI.

Pernyataan ini disampaikan David, pasalnya Negara Indonesia adalah negara yang sangat besar dengan luas 1.905 juta km persegi. Luas ini dapat dikatakan setara dengan luas daratan Eropa, sepertiga daratan asia. Tidak hanya itu, Indonesia adalah negara kepulauan yang dihubungkan oleh lautan sehingga tidak bisa ditempuh dengan jalur darat.

Luasnya Indonesia apabila dijalani dengan pesawat dari ujung timur Papua ke ujung timur barat di Aceh menghabiskan waktu 12 jam penerbangan tanpa henti. Apabila dilalui dengan jalur laut akan menghabiskan waktu 2 minggu tanpa henti. Sehingga untuk menyintas dari satu pulau ke pulau lain di Indonesia mengharuskan dihubungkan dengan penerbangan agar dapat dijangkau dengan efektif.

Kondisi geografis Indonesia tersebut membuat Indonesia melalui kebijakan Presiden Republik Indonesia membangun bandara-bandara di seluruh pelosok Indonesia. Pembangunan bandara ini diharapkan mampu mempersingkat jarak tempuh di Indonesia. Diharapkan masyarakat Indonesia dapat dengan efektif untuk dapat bepergian ke daerah lain dalam negara kesatuan republik indonesia.

Saat ini, telah dilakukan pembangunan-pembangunan bandara hingga ke pelosok-pelosok negeri. Pembangunan bandara ini menjadi harapan bagi seluruh masyarakat Indonesia dapat terbantu untuk bepergian ke daerah-daerah lain. Seluruh masyarakat Indonesia berbahagia dengan angin segar pembangunan bandara-bandara di daerahnya masing-masing.

Dengan budaya masyarakat Indonesia yang termasuk budaya timur untuk bersilaturahmi bersama keluarga, menjadikan rakyat Indonesia selalu menyempatkan waktu kembali ke kampung halaman.

Menjelang Natal dan Tahun Baru adalah momen dimana masyarakat Indonesia akan menggunakan waktunya berkumpul bersama saudara-saudari. Seluruh masyarakat Indonesia mengharapkan bandara yang telah dibangun tersebut bermanfaat secara berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?