• News

  • Kesra

Survei Membuktikan, Pegawai Sering Piknik Paling Produktif di Kantor

Melakukan wisata di tengah bisnis sangat baik bagi karyawan. (Ilustrasi:Dwidaya)
Melakukan wisata di tengah bisnis sangat baik bagi karyawan. (Ilustrasi:Dwidaya)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM –  Anda sering melakukan perjalanan bisnis? Tidak ada salahnya jika memanfaatkan penugasan tersebut digunakan untuk jalan-jalan berwisata di daerah tempat bisnis tersebut.

Perjalanan bisnis adalah keuntungan kerja yang sangat dihargai karyawan saat ini, riset dari Booking.com menemukan bahwa 30 persen dari mereka akan menerima pekerjaan dengan gaji lebih rendah jika itu berarti akan lebih banyak jalan-jalan.

Dengan menambahkan hiburan ke perjalanan bisnis, karyawan cenderung menemukan pengalaman yang berharga secara pribadi maupun profesional. Karyawan yang bahagia cenderung lebih produktif dan sukses dalam pekerjaan–sehingga perusahaan dan pegawai akan sama-sama untung.

Terlebih lagi, bleisure juga bisa menjadi kunci untuk mempertahankan pekerja milenial yang sering dianggap tidak tetapdankurang loyal secara profesional. Milenial suka mengambil kesempatan ini, melakukan business travel sambil jalan-jalan, mungkin karena mereka memiliki uang terbatas untuk liburan dan belum berkeluarga.

Nampaknya bisnis belum sepenuhnya menyadari potensi bleisure, penelitian terbaru menemukan bahwa dua alasan utama pebisnis tidak memanfaatkan kesempatan untuk btravel adalah karena mereka tidak punya cukup waktu, atau bahwa kebijakan perusahaan yang tidak mengizinkan.

Untuk menciptakan bleisure bagi kedua belah pihak, bisnis perlu membangun kebijakan transparan yang dapat memungkinkan karyawan untuk memanfaatkan perjalanan bisnis mereka semaksimal mungkin. Jadi, untuk menciptakan tenaga kerja yang lebih produktif, apakah sudah saatnya perusahaan mengkaji ulang kebijakan mereka mengenai bleisure?

Data Booking.com dalam rilisnya, Jumat (25/08/2017) menyebutkan, 30 persen akan menerima pekerjaan dengan gaji lebih rendah jika itu berarti lebih banyak melakukan business travel.

•Hampir setengah dari wisatawan bisnis (49 persen) memperpanjang perjalanan bisnis mereka ke kota yang berbeda dalam 12 bulan terakhir.

48 persen karyawan berusia 18 sampai 34 tahun pernah melakukan perjalanan bleisure (perjalanan bisnis sambil jalan-jalan), sedangkan wisatawan bisnis berusia 35 sampai 54 hanya 33 persen yang pernah melakukan bleisure, dan usia 55 ke atas 23 persen.

• 78 persen milenial sengaja memanfaatkan waktu pribadi dalam perjalanan bisnis. Selanjutnya, 60 persen milenial mengatakan bahwa liburan menguntungkan bisnis mereka dengan membantu mereka berpikir secara lebih luas. 49 persen generasi Baby Boomer juga berpikir seperti ini.

Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?