Minggu, 24 September 2017 | 10:05 WIB

  • News

  • Megapolitan

Habib Novel: Pemerintah Menuju Gerbang Kehancuran

Asma Dewi (kerudung merah muda) di sel tahanan Rutan Polda Metro Jaya. (dok.swamedium)
Asma Dewi (kerudung merah muda) di sel tahanan Rutan Polda Metro Jaya. (dok.swamedium)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Penangkapan eks bendahara Presidium Alumni 121, Asma Dewi, terkait ujaran kebencian dan sindikat Saracen, mendapat kecaman dari tokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Novel Chaidir Bamukmin.

Habib Novel menuding penangkapan Asma Dewi telah dikondisikan oleh rezim penguasa, untuk membungkam tokoh pergerakan yang terlibat dalam berbagai Aksi Bela Islam, termasuk aksi 212.

"Ini memang ditargetkan lagi. Jadi orang-orang yang terlibat aksi ataupun dalam lingkungan Presidium 212, mereka akan kejar, mereka akan tangkap," kata Habib Novel kepada Netralnews.com, Selasa (12/9/2017).

"Siapa orang-orang yang punya pergerakan berseberangan dengan pemerintah, itu semuanya akan dikondisikan oleh pemerintah," tandas Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) itu.

Selain Asma Dewi, Habib Novel menyebut ada beberapa tokoh yang kini terjerat kasus hukum, juga merupakan target dari rezim penguasa. Diantaranya, Habib Rizieq Shihab, Alfian Tanjung, Muhammad Al Khaththath, Jonru Ginting, dan tokoh-tokoh lainnya.

"Kita melihat ini pergerakan ini luar biasa, memecah belah bangsa, memecah bela persaudaraan, memecah belah dari pada warga itu sendiri. Ini berbahaya," ujarnya.

Atas semua kasus yang menjerat rekan-rekannya itu, Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) ini menyebut, pemerintah telah salah mengambil langkah sehingga kini menuju pada gerbang kehancuran.

"Ini elemen-elemen masyarakat sudah terzolimi. Tokoh-tokoh masyarakat sudah terzolimi, kita melihat pemerintahan menuju gerbang kehancuran, karena masyarakat tambah tidak percaya pada aparat kepolisian," tegasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?