Kamis, 14 Desember 2017 | 23:51 WIB

  • News

  • Megapolitan

Fadli Zon Ingatkan Kubu Ahok-Djarot: Jangan Jas Merah

Wakil Ketua DPR Fadli Zon bersama Ahmad Dhani di kawasan Car Free Day (CFD), Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta, Minggu (24/9/2017).
Netralnews/Adiel Manafe
Wakil Ketua DPR Fadli Zon bersama Ahmad Dhani di kawasan Car Free Day (CFD), Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta, Minggu (24/9/2017).

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menanggapi keinginan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat agar Gubernur DKI dipilih oleh DPRD atas usulan presiden.

Fadli mengingatkan, seharusnya sebelum mengusulkan, Djarot harus ingat bagaimana rekannya mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok adalah salah satu yang menolak kepala daerah dipilih oleh DPRD.

"Yang dulu menolak siapa? kan yang menolak Ahok. Jadi jangan Jas Merah (Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah)," kata Fadli di kawasan Car Free Day (CFD), Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta, Minggu (24/9/2017).

"Jangan tinggalkan sejarah. Ini sejarah tahun lalu. Jadi kalau Pak Djarot sekarang mengusulkan, sebenarnya dari dulu kami mengusulkan seperti itu," tandas Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Bahkan ia menyinggung soal alasan Ahok keluar dari Partai Gerindra pada 2014 lalu karena menolak kepala daerah dipilih DPRD. "Sampai dia keluar dari Gerindra kan gara-gara itu. Jangan dibolak-balik lah," paparnya.

Sebelumnya diberitakan, Djarot mendorong revisi Undang-undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Provinsi DKI Jakarta Sebagai ibukota negara.
Salah satu usulan Djarot terkait revisi itu, yakni ia ingin kedepannya Gubernur DKI Jakarta dipilih oleh DPRD berdasarkan usulan dari presiden, sedangkan wagub dipilih gubernur.

Usulannya ini disampaikan mengingat Pilkada DKI secara langsung yang hingga saat ini menggunakan sistem 50 persen plus 1, memungkinkan banyaknya calon, dan ketatnya persaingan menimbulkan kegaduhan dan rawan konflik.

Sementara soal Ahok yang pada 2014 lalu saat pembahasan Rancangan UU Pilkada, tidak menyetujui pemilihan kepala daerah diusulkan dan dipilih oleh DPRD, Djarot menyebut jika yang ditentang Ahok adalah gubernur diusulkan dan dipilih DPRD, sedangkan yang dia inginkan yakni Gubernur DKI dipilih DPRD tapi atas usulan presiden.

"Pak Ahok enggak setuju karena yang mengajukan itu DPRD, fraksi-fraksi. Yang kami usulkan, yang mengajukan itu presiden," kata Djarot di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (22/9/2017).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?