Jumat, 15 Desember 2017 | 00:07 WIB

  • News

  • Megapolitan

Yakinlah Program DP Nol Rupiah Anies-Sandi Bakal Terealisasi

Janji kampanye Anies-Sandi
Janji kampanye Anies-Sandi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tim Sukses (Timses) pasangan calon gubernur terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (Anies-Sandi), Syarif memastikan bahwa program pembiayaan rumah dengan down payment (DP) atau uang muka nol rupiah akan terealisasi setelah menjabat nanti. Hal tersebut disampaikannya menanggapi adanya isu bahwa program pembiayaan rumah dengan DP nol rupiah tidak akan terealisasi, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di DKI Jakarta.

"Kalau ada orang meragukan program rumah DP nol rupiah, biasa saja, biarkan saja. Kalau ada yang yakin akan janji tersebut terwujud harus kita apresiasi," kata Syarif saat dihubungi Netralnews.com, Rabu (11/10/2017).

Menurutnya, yang paling penting adalah komitmen keberpihakan terhadap rakyat DKI Jakarta. "Salah satu sektor yang akan diperbaiki adalah kepemilikan rumah tinggal dengan skema pembiayaan untuk mendapatkan rumah. Jadi bukan pemerintah membangun rumah," terangnya.

Ia mengatakan, soal skema pembiayaan perumahan bagi masyarakat DKI Jakarta, nanti akan didetailkan setelah dilantik. Namun, untuk saat ini skema pembiayaan perumahan tersebut belum didetailkan.

"Jadi itu jangan salah, kaprah. Jadi itu adalah skema pembiayaan yang dijalankan setelah dilantik," katanya.

Saat ditanya, jika Sandiaga Uno sempat menyatakan bahwa DP nol rupiah hanya untuk masyarakat yang gajinya di atas Rp7 juta per bulan, itu berarti tidak menyentuh MBR. Ia pun menegaskan bahwa yang dimaksud Sandiaga Uno tidak seperti itu.

"Nggak begitu juga, nanti kan ada opsi-opsi, macam-macam jenisnya. Cluster-cluster-nya macam-macam, mungkin sekarang yang sedang orang perbincangkan adalah gaji di atas Rp7 juta per bulan itu," ucap Syarif.

Ia menerangkan, skema pembiayaan itu mungkin akan dibagi kelompoknya. Ada yang untuk pendapatan Rp3-4 juta per bulan, dan ada yang di atas Rp7 juta.

"Nanti dibagi kelompok, kan rumah juga banyak jenisnya, ada yang rumah sangat sederhana, ada yang sederhana dan lainnya. Mungkin di berita itu yang dikutip hanya pendapatan Rp7 sampai Rp10 juta, tapi di bawahnya (yang pendapatan Rp3-4 juta) tidak dikutip," tuturnya.

Ia menambahkan, yang paling penting nanti adalah kemampuan seseorang disesuaikan dengan skema pembiayaan nanti. "Iya nanti tetap disediakan untuk masyarakat berpenghasilan rendah," katanya.

Reporter : Toar Sandy Purukan
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?