Sabtu, 25 November 2017 | 06:59 WIB

  • News

  • Megapolitan

Air Mata Lelaki yang Tega Bunuh Istri dan Dua Anak Perempuannya saat Rekonstruksi

Rekonstruksi suami bantai keluarganya
okezone
Rekonstruksi suami bantai keluarganya

TANGERANG, NETRALNEWS.COM - Polres Kota Tangerang menggelar rekonstruksi kasus suami bunuh istri dan dua anaknya, Kamis (19/10/2017)  di Graga Siena 1 Blok M 10/21, Kampung Cipari RT 03/06, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

Lukman Nurdin (40), si pelaku pembunuhan Ana Robinah (35) dan kedua anak perempuannya, Syifa Syakila (9)  dan Carissa Humaira (3) melakoni  21 reka adegan.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Wiwin Setiawan mengatakan dari 21 reka adegan, pada adegan 3 sampai dengan 19 merupakan adegan inti dimana pelaku menghabisi nyawa istri dan kedua anaknya

Dalam rekonstruksi itu terungkap pembunuhan dilakukan di dua tempat berbeda. Sang istri dibunuh dengan cara ditusuk dibagian dadanya sebanyak 6 kali di kamar tempat sholat.

Anak sulungnya, dibunuh dengan cara dibekap dengan bantal. Sedangkan si bungsu ditusuk di bagian perut hingga robek di dalam kamar.

Menurut Wiwin menjelaskan, pelaku menangis saat melakukan rekonstruksi.

Seperti diberitakan sebelumnya, hanya karena masalah ekonomi, Lukman Nurdin Hidayat  tega menghabisi nyawa istrinya  dan kedua anaknya.  Peristiwa mengerikan itu terjadi di Graha Siena 1 Blok M 10/21, Kp Cipari RT 03/06, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan Kabupaten Tangerang pada  Jumat (13/10/2017) malam.

Namun baru diketahui Sabtu (14/10/2017) setelah pelaku menyerahkan diri Polsek Panongan. Sementara ketiga korban ditemukan bersimbah darah oleh warga setempat.

pelaku frustasi karena tekanan ekonomi. Apalagi saat dia menanyakan uang tabungannya, yang disimpan oleh istrinya ternyata dihabiskan untuk belanja.

Lukman pun naik darah. Pertengkaran mulut terjadi hingga terjadi pergumulan. Dibalut emosi, Lukman lalu memukul wajah istri dengan besi. Buruh pabrik itu kemudian mengambil sebilah pisau dan menancapkannya ke perut sang istri.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 pasal 80 ayat 4 dan UU Nomor 23 Tahun 2004 pasal 44 ayat 3 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara ditambah 1/3 masa hukuman karena korban adalah anak di bawah umur.

Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?