Sabtu, 25 November 2017 | 07:04 WIB

  • News

  • Megapolitan

Soal Pribumi, Tokoh FPI: Mereka Sakit Hati dan Adu Domba Anak Bangsa

Habib Novel bersama ACTA
Netralnews/Toar Sandy Purukan
Habib Novel bersama ACTA

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Novel Chaidir Bamukmin menanggapi pihak-pihak yang mempersoalkan pidato politik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyinggung soal 'pribumi.'

Habib Novel menyebut, mereka sengaja membesar-besarkan kata pribumi untuk mengadu domba anak bangsa, serta melakukan pembusukan opini untuk menyerang Anies dan Wakilnya Sandiaga Uno.

"Saya melihat sengaja ada yang membesar besarkan masalah ini sebagai adu domba anak bangsa dan juga mereka mencari celah untuk bisa melakukan pembusukan opini kepada  gubernur baru dan wagub baru," kata Habib Novel kepada Netralnews.com beberapa hari lalu.

Selain itu, Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) ini menduga, pihak-pihak yang menyerang Anies adalah orang-orang yang sakit hati karena kalah di Pilkada DKI 2017.

"Jelas mereka diduga sakit hati berat, karena meraka sudah didukung para pemodal besar juga dengan kecurangan habis-habisan," tegas Habib Novel.

Sebelumnya diberitakan, pidato politik Anies yang kontroversial itu disampaikan di hadapan ribuan warga, usai dilantik dan melakukan sertijab di Balai Kota DKI, Senin (16/10/2017) lalu. Saat berpidato, ia sempat menyinggung soal bagaimana pribumi mengalami penindasan di jaman kolonialisme.

"Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan. Kini telah merdeka, kini saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai Jakarta ini seperti yang dituliskan pepatah Madura. Itik telor, ayam singerimi. Itik yang bertelur, ayam yang mengerami," tegas Anies.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?