Rabu, 13 Desember 2017 | 10:15 WIB

  • News

  • Megapolitan

Wow, Ahok Masuk ‘Top 100 Global Thinkers 2017‘

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
NNC/YC Kurniantoro
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

JAKARTA, NNC - Nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kembali menjadi perbincangan hangat. Kali ini bukan soal kasus penistaan agama yang membuatnya mendekam di penjara, bukan juga soal perbandingan publik akan kepemimpinannya dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Namun yang diperbincangkan adalah prestasi mendunia pria yang akrab disapa Ahok itu. Bagaimana tidak, namanya masuk dalam daftar 'Top 100 Global Thinkers 2017' versi majalah bergengsi 'Foreign Policy'. Bahkan, ia menjadi satu-satunya orang Indonesia yang masuk daftar tersebut, bersanding dengan tokoh-tokoh lain dari berbagai negara.

Mereka dipilih berdasarkan kriteria pemikiran dan aktivitas seseorang sepanjang tahun 2016, yang dinilai mampu menentang situasi buruk, sehingga bersumbangsih untuk mengubahnya.

Nama-nama yang masuk 'Top 100 Global Thinker' yang dirilis setiap tahun ini, berasal dari berbagai profesi, mulai dari presiden, legislator, teknokrat, pelawak, pengusaha hingga pembuat film.

Dalam 'Top 100 Global Thinkers 2017' ini, Ahok bersanding dengan nama-nama seperti, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Perdana Menteri Irak Haider Abadi, Presiden Prancis Emmanuel Macron, juga sejumlah aktivis perempuan Arab Saudi.

Lantas, apa yang mendasari 'Foreign Policy' memilih Ahok masuk dalam 'Top 100 Global Thinkers 2017'? Ternyata pihak majalah tersebut menganggap, Ahok sebagai tokoh yang melawan hantu fundamentalis.

"Basuki Tjahaja Purnama, for standing up to Indonesia's creeping fundamentalism," tulis Associate Editor Foreign Policy, Benjamin Soloway, Rabu (6/12/2017).

Selain itu, Benjamin menyebut Ahok bukanlah tipe ideal bagi politikus Indonesia. Hal itu karena Ahok berasal dari kelompok minoritas di negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

"Bermulut tajam (kasar), keturunan asal Tiongkok dan beragama Protestan di negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar dunia. Ahok bukan tipe ideal untuk politikus di Indonesia seperti kebanyakan orang. Mungkin ini perbedaan itu yang bisa bekerja dirinya," ungkap Benjamin.

Sekadar informasi, 'Foreign Policy' adalah majalah kenamaan Amerika Serikat yang didirikan oleh Profesor dari Harvard dan rekannya Warren Demian Manshel sejak 1970. Topik majalah mencakup politik, ekonomi, integrasi, dan ide global.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Y.C Kurniantoro

Apa Reaksi Anda?