Rabu, 13 Desember 2017 | 10:21 WIB

  • News

  • Megapolitan

Pengamat: Manfaatkan Momentum, Anies Bisa Jadi Kutu Loncat seperti Jokowi

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago (Sumbarsatu)
Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago (Sumbarsatu)

JAKARTA, NNC - Jika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tergiur untuk maju di Pilpres 2019, maka sama seperti apa yang dilakukan oleh pendahulunya, Joko Widodo (Jokowi), yang pada 2014 lalu menanggalkan jabatan Gubernur DKI, setelah memutuskan maju sebagai calon presiden.

Demikian disampaikan pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago, menanggapi tingginya elektabilitas Anies dalam sejumlah survei terkait calon presiden dan wakil presiden untuk Pilpres 2019.

"Anies kalau memanfaatkan momentum, bisa saja dia seperti Jokowi dulu, menjadi kutu loncat, lompat pagar. Jadi ini (jabatan gubernur) nggak selesai, jadi calon presiden kan. Sama seperti pendahulunya, Jokowi dulu juga begitu, sama," kata Pangi kepada NNC, Rabu (6/12/2017).

Pangi menambahkan, tidak ada undang-undang yang melarang jika nantinya Anies mengikuti Pilpres 2019 meski tidak menuntaskan tugasnya sebagai gubernur.

Hanya saja, apabila hal itu dilakukan, lanjut Pangi, Anies telah mengingkari janji politiknya kepada masyarakat Jakarta saat kampanye Pilkada DKI 2017 lalu, tentang komitmen menyelesaikan masa jabatan sebagai gubernur.

"Karena dulu dia dalam debat (Pilkada DKI) itu kan dia sudah memberikan jawaban tidak akan maju kalau nanti ada pencalonan presiden, akan menyelesaikan jabatannya lima tahun sebagai gubernur," ujarnya.

"Di situlah pilihan tersulit Anies, apakah akan mengingkari janjinya, komitmennya pada rakyat Jakarta, atau terpanggil oleh pragmatisme politik, seperti bagaimana momentumnya Jokowi," ucap dia.

Lebih jauh Pangi menyebut, waktu yang akan membuktikan apakah Anies seorang politisi yang menepati janjinya, atau cuma kutu loncat yang pandai bermain kata-kata.

"Apakah Anies akan menjadi politisi kutu loncat, karena gak selesai (masa tugasnya sebagai gubernur)? Ini antara persoalan etika dan momentum. Ini soal komitmen saja, soal janji, karena kepemimpinan itu kan bukan dilihat hanya sekedar kata-kata, tapi sikap dan tindakannya," tandas Pangi.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?