Rabu, 17 Januari 2018 | 20:24 WIB

  • News

  • Megapolitan

Desakan Penolakan DWP 2017 Kian Santer, Ormas Betawi Mengaku Heran

Wakil Ketua Umum Ormas Gerak Betawi, Dany Kusuma.
NNC/Wahyu Praditya P.
Wakil Ketua Umum Ormas Gerak Betawi, Dany Kusuma.

JAKARTA, NNC - Tekanan massa yang luar biasa terhadap penolakan gelaran musik di Djakarta Warehouse Project (DWP) 2017, membuat Wakil Ketua Umum Ormas Gerak Betawi, Dany Kusuma angkat suara.

Dany merasa heran, kenapa penolakan dilakukan saat kepemimpinan Anies-Sandi, sementara tahun sebelumnya saat Ahok menjabat tak ada penolakan dari masyarakat. 

‎"Kenapa tahun-tahun sebelumnya waktu Ahok (Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama) tidak ada protes?. Giliran sekarang begitu rame dan gaduh? Ada apa ini?" kata Dany kepada wartawan, Jakarta, Kamis (14/12/2017) malam.

Diketahui, pagelaran musik Djakarta Warehouse Project (DWP) 2017, akan berlangsung di Kemayoran pada 15-16 Desember 2017 besok.

Meski begitu, Dany mengatakan, dirinya senang setelah mengetahui hari ini pagelaran musik yang akan diisi tarian budaya Indonesia itu sudah mengantongi izin.

Dikatakannya, tarian tradisonal merupakan permintaan warga Kemayoran, Jakarta Pusat sekaligus untuk ajang kreatifitas anak muda.

"Berarti Pak Anies-Sandi responsif. Sebab, diadakannya tarian tradisional khas Indonesia merupakan permintaan warga Kemayoran, kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno (Sandi Uno). Sehinga kegiatan itu akan dikolaborasi dengan budaya lokal bangsa," katanya.

Dany mendukung setiap kegiatan yang menampilkan khas budaya daerah. "Apalagi, ini acara besar level internasional yang akan menghasilkan pendapatan daerah yang sangat besar," katanya.

Dia pun menolak anggapan bahwa acara DPW akan merusak moral bangsa. Menurutnya, justru pagelaran DWP tiap tahun tersebut untuk membuat bangga Indonesia. Lewat acara ini, Dany berharap, budaya lokal tanah air akan dipromosikan kepada dunia internasional.

"Ini Jakarta, Ibu Kota Negara. Tentu acara-acara bernuansa musik tidak bisa dilarang. Musik adalah bahasa yang universal dan ajang seni. Selama tidak melanggar aturan yasilahkan, apapun boleh disini," jelas Dany.

"Justru, kita sebagai tuan rumah ingin membuktikan bahwa Indonesia adalah negara yang ramah dan mampu membuat acara musik bertaraf internasional dengan baik," katanya.‎

Apalagi, Dany menambahkan, acara DWP dapat mendorong perekonomian negara yang lumayan besar.‎

Menurut Dany,  DWP juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian. "Kita tahu, akar rumput sekarang semuanya bergerak, semua hotel di sekitar kemayoran sudah penuh. Pengunjung asing dari Singapur, Malaysia, Thailand, hingga Jepang semuanya padat. Ini bagus bagi Pemda DKI dan Indonesia," beber Dany.

Karena itu, Dany mengajak publik tidak berpikir linier, tapi lateral, terhadap acara semacam DWP 2017. Sebab, acara ini bisa memotivasi masyarakat bahwa budaya Indonesia bisa bersaing dengan budaya luar.

"Di acara DWP itulah kita bisa menghadirkan pertunjukan budaya Indonesia, seperti tari ataupun musik tradisional kebanggaan kita," ungkapnya.‎

Pemprov DKI sudah mengeluarkan Izin Djakarta Warehouse Project 2017 (DWP 2017), Kamis (14/12/2017).

"Iya sudah kami keluarkan izinnya hari ini. Soalnya kan besok acaranya," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta, Edy Junaedi ketika dihubungi‎, Kamis (14/12/2017).

Edy tetap memilih mengeluarkan izin walau ada sejumlah Ormas menolaknya. ‎"Tak ada alasan untuk ditolak. Event ini sudah jadi konsumsi internasional yang direncanakan berbulan-bulan lalu," ujar Edy.

Promotor sudah beriklan dimana-mana dan banyak orang telah membeli tiketnya. Makanya, kata Edy, tak mengeluarkan izin DWP 2017 justru bisa merusak kepercayaan dan investasi di Jakarta.

Edy mengatakan promotor DWP 2017 sudah memenuhi syarat untuk mendapat izin tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) temporer yang dikeluarkan Pemprov DKI, hari ini.

"Izin keramaian dari kepolisian sudah ada. Promotor juga sudah koordinasi dengan BNNP DKI untuk menjamin tak beredarnya Narkoba saat acara. Lalu promotor juga menjamin tak ada tindakan asusila. Segalanya sudah dipenuhi," kata Edy. ‎Belum lagi DWP 2017 memberi pemasukan besar ke Pemprov DKI.

Pemprov mendapatkannya dari pajak penjualan tiket sebesar 25 persen dan pajak restoran dan tempat makan di lokasi acara.

Untuk diketahui, DWP 2017 akan digelar di JI Expo Kemayoran selama 2 hari, yakni Jumat (15/12/2017) dan Sabtu (16/12/2017).‎

DWP 2017 akan menghadirkan beberapa artis pada hari pertama, yakni Cesqeaux, David Gravell, Flume (DJ set), Ilan Bluestone, Marshmello, NWYR, Ookay, Purple Haze, R3HAB, Robin Schulz, Slander, Tiesto, Vini Vici, Zatox, dan Zeds Dead.

Hari kedua tidak kalah meriah karena juga akan dihadiri DJ kondang, seperti Bassjackers, Desiigner, DVBBS, Flosstradamus, Galantis, Hardwell, Loco Dice, Richie.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?