• News

  • Megapolitan

Habib Novel Sebut Prescon La Nyalla Dibajak dan Al Khaththath Terjebak

Habib Novel Chaidir Bamukmin (Netralnews/Adiel Manafe)
Habib Novel Chaidir Bamukmin (Netralnews/Adiel Manafe)

JAKARTA, NNC - Humas Presidium Alumni 212 Habib Novel Chaidir Bamukmin menyebut, ada pihak yang membajak acara konferensi pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018) lalu, yang membahas soal dugaan praktek politik uang di Pilkada Jawa Timur yang melibatkan oknum petinggi partai Gerindra.

Menurut Habib Novel, selain dibajak, kehadiran Sekjen Forum Umat Islam (FUI) yang merupakan bagian dari Presidium Alumni 212, Muhammad Al Khaththath di acara tersebut, juga karena dijebak.

Seperti diberitakan, dalam acara tersebut, La Nyalla Mahmud Mattalitti yang gagal maju sebagai calon gubernur di Jawa Timur, membuat pengakuan jika dirinya diminta sejumlah uang oleh petinggi Gerindra dalam proses rekomendasi sebagai calon Gunernur Jatim.

"Sebenarnya acara itu di bajak oleh satu oknum yang KH Al Khaththath terjebak," kata Habib Novel kepada NNC, Minggu (13/1/2018).

Saat ditanya siapa oknum yang membajak acara dan menjebak Al Khaththath, tokoh Front Pembela Islam (FPI) ini enggan membeberkan. Ia hanya menyebut jika pelaku adalah orang dekat La Nyalla dan Presidium Alumni 212.

"Bukan orang La Nyalla dan bukan dari PA 212, akan tetapi dekat dengan kita dan La Nyalla," ungkap Habib Novel.

Sebelumnya, dalam konferensi pers tersebut, La Nyalla mengaku diminta uang Rp40 miliar oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Rp170 miliar oleh Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Supriyanto, untuk direkomendasikan maju sebagai calon gubernur di Pilkada Jawa Timur 2018.

Mendengar pengakuan La Nyalla, Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath mengaku prihatin.
"Kami prihatin kasus yang dihadapi oleh La Nyalla," ujar Al Khaththath.

Selain itu, Al Khaththath juga menyatakan kekecewaannya karena La Nyalla dan beberapa tokoh lain yang direkomendasikan oleh Alumni 212 untuk di dukung oleh Partai Gerindra, PKS, dan PAN dalam Pilkada serentak 2018 ini, tidak digubris.

"Surat rekomendasi calon kepala daerah itu diteken oleh KH Abdul Rosyid Abdullah Syafii. Jadi, Kita kan menganggap para ulama sudah memperjuangkan dengan pengerahan Aksi Bela Islam 212 yang sangat fenomenal," ucap dia.

"Beberapa nama yang kami ajukan kepada pimpinan partai agar kader dari aksi 212 itu, dari 171 pilkada, kita hanya minta lima agar bisa diberikan rekomendasi khusus. Namun tidak satu pun yang diberikan rekomendasi," tandasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?