Rabu, 17 Januari 2018 | 00:22 WIB

  • News

  • Megapolitan

Soal Reklamasi, Anies Siap Ganti Rugi tanpa Gunakan APBD?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
NNC/Adiel Manafe
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

JAKARTA, NNC - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pihaknya siap menanggung segala konsekuensi jika sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) pulau-pulau hasil reklamasi di Pantai Utara Jakarta, dibatalkan dan ditunda.

Termasuk konsekuensi soal pengembalian Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang telah dibayar oleh PT Kapuk Naga Indah selaku pemegang HGB Pulau D.

"Pemprov DKI dalam hal terkait dengan pajak dan lain-lain akan dengan sangat mudah sekali kita kembalikan, pajak, nggak ada masalah sama sekali," kata Anies kepada awak media di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (13/1/2018) malam.

Bahkan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyebut, pengembalian BPHTB jika HGB dibatalkan, tidak menggunakan  Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI.

"Bukan (dari APBD), kalau pajak ya dikembalikan. Jadi kan mereka bayar pajak dan bayar pajak itu ada cacatan," ujar Anies.

Namun demikian, Anies belum mau menjelaskan secara detail soal proses pengembalian BPHTB tanpa menggunakan APBD.

"Saya tidak akan jelaskan untuk sekarang, di sini. Nanti kita akan jelaskan secara lengkap. Tapi, bahwa pajak yang masuk secara sekonyong-konyongnya, PBB itu banyak catatan di situ," jelasnya.

Pernyataan Anies ini disampaikan terkait permintaan Pemprov DKI kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk membatalkan dan menunda sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) pulau-pulau hasil reklamasi, yakni Pulau C, D, dan G.

Anies menyebut, ada aturan hukum dan undang-undang yang dijadikan acuan pihaknya meminta pembatalan sertifikat HGB tersebut.

"Kita bergerak berdasarkan peraturan dan UU. Dan kita ingin menegaskan bahwa ketika ada cacat administrasi, maka pemegang otoritas wilayah berhak melakukan review ulang. Itu yang kita kerjakan," tandasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?