Minggu, 25 Februari 2018 | 20:24 WIB

  • News

  • Megapolitan

Mengaku Dukun Sakti, Sales Minuman Ini Setubuhi Pasien-pasiennya di Bawah Air Terjun

Dukun ditangkap polisi
poskota
Dukun ditangkap polisi

JAKARTA, NNC - Gila benar pria bernama Dwi Agus Purwanto (40) ini. Profesi sehari-harinya adalah sales air minuman. Namun dia menyambi sebagai dukun yang  membuka praktek di rumahnya di Jl. H. Muhi, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Dalam menjalankan praktek sebagai dukun inilah, dia mencabuli dan menyetubuhi  tiga pasiennya. Alasan dia,  pasien-pasiennya tersebut telah dirasuki mahluk halus dan harus segera dikawinkan dengan jin milik dukun dengan cara disetubuhi.

Peristiwa ritual persetubuhan itu terjadi pada November 2017 lalu. Ketika itu, salah satu  korban menemui sang dukun lantaran mengidap penyakit yang tak kunjung sembuh. Korban lalu mendengar cerita temannya, bahwa Dwi bisa mengobati penyakit.

Lalu dia mendatangi Dwi dan sang dukun mengatakan, mengatakan korban memiliki aura gelap dan diisi oleh mahluk gaib genderuwo dan jin dengan alasan Jodoh dan rejeki, sehingga tidak mendapatkan suami.

Dengan pura-pura mengobati korbannya, si dukun itu memegang  tujuh titik anggota badan pasien wanitanya. Korban disuruh membuka pakaian di bawah air terjun."Lalu di sanalah, tersangka melakukan persetubuhan dengan korban," jelas Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Bismo Teguh Prakoso di Mapolrestro Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2018).

Pelaku menyampaikan bahwa persetubuhan itu tidak cukup dilakukan satu kali, melainkan harus berulang kali, karena makhluk gaib ditubuh korban sulit diusir. Pelaku juga berupaya meyakinkan korban bahwa kemaluannya akan kembali normal meski telah beberapa kali melakukan hubungan intim dengan pelaku.

Namun lama-lama korban curiga aksi bejat tersangka. Ketika dia bertemu dengan pasies si dukun yang lain, mereka saling bercerita dan ternyata mengalami nasib yang sama. Akhirnya, mereka melaporkan dukun cabul itu ke Polres Metro Jakarta Selatan. Dukun cabul itu pun diciduk polisi, Selasa (13/2/2018) di tempat prakteknya.

Kata Bismo, saat ini sudah tiga korban melapor dengan usia  20-30 tahun.”Kami masih menyelidiki apakah ada korban lain atau tidak,” paparnya.

Akibat perbuatannya Agus dijerat Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan terhadap seseorang dengan ancaman 12 tahun penjara.

Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?