• News

  • Megapolitan

Usai Bersetubuh, Paksa Pacar Layani Temannya, Mahasiswa Ini Berurusan dengan Polisi

Ilustrasi pemerkosaan
Istimewa
Ilustrasi pemerkosaan

TANGERANG, NNC  – Polres Tangerang Selatan mengusut kasus persetubuhan yang dilakukan seorang mahasiswa dengan pacarnya dan kemudian memaksa pacarnya melayani temannya. Kisah pilu itu dialami RSI (20) pada 10 Desember 2017 lalu.

Ketika itu, RSI diajak Wan (22) kekasihnya ke Apartemen Green Lake View, Ciputat, Tangerang Selatan. Di sebuah kamar di apartemen tersebut, RSI diminta oleh Wan untuk berhubungan badan.

Saat itu, RSI menolak, namun Wan mengancamnya. Akhirnya dia pun bersedia melayani Wan melakukan hubungan seksual. Namun di luar dugaan RSI, begitu mereka selesai berhubungan badan, Wan memaksa RSI melayani temannya yang bernama Adoy.

RSI terang menolaknya. Namun lagi-lagi Wan mengancam RSI. Kali ini, Wan mengancam akan membunuh RSI kalau menolak berhubungan badan dengan Adoy. RSI ketakutan, akhirnya dia membiarkan Adoy menyetubuhi dirinya.

Akibat perbuatan tersebut, RSI mengalami trauma. Baru pada 8 Februari 2018 lalu, dia memberanikan diri melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polres Tangerang Selatan. Polisi pun segera bergerak menangkap Wan dan Adoy.

Kasat Serse Polres Tangerang Selatan, AKP Alexander Yurikho, Selasa (13/2/2018) menyebutkan, kedua pelaku tidak melawan saat ditangkap. Polisi juga menyita satu buku mutasi Apartemen Green Lake View.  Polisi lalu membuat visum et repertum terhadap korban. Kepada pelaku, polisi  melakukan pemeriksaan kejiwaan  di bagian psikologi Polda Metro Jaya untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku,

Pihak kepolisian menduga persetubuhan dan perlakuan Wan yang juga mahasiswa di perguruan swasta di Tangerang Selatan itu untuk menyalurkan hasrat seksualnya saja. Tidak ada kaitan dengan uang atau lainnya.

Terlebih usai melakukan persetubuhan dengan sang pacar, pelaku menyuruh korban ‘main’ atau bersetubuh dengan temannya di bawah ancaman akan dibunuh.

Kedua pelaku kini sudah ditahan dan dikenakan pasal 289 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun kurungan penjara.

Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?