Minggu, 25 Februari 2018 | 20:37 WIB

  • News

  • Megapolitan

Sudah 100 RW di Jakarta Terdampak Banjir dan Genangan

Kawasan Kelapa Gading tergenang
Istimewa
Kawasan Kelapa Gading tergenang

JAKARTA, NNC - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) mencatat, hingga Pukul 16.30 WIB, Kamis (15/2/2018), ada 100 RW di 4 wilayah Jakarta yang terdampak banjir.

"Update Titik Banjir dan Genangan di Jakarta pada 15/2/2018 pukul 16.30 WIB. Jumlah wilayah terdampak banjir 4 Kota, 36 Kelurahan, 100 RW," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/2/2018).

Berikut sebaran titik banjir dan genangan di 4 wilayah tersebut.

Jakarta Timur ada 11 RW, dengan rincian Cakung Barat 2 RW, Jatinegara 1 RW, Kayu Putih 2 RW, Pulo Gadung 2 RW, Pulo Gebang 1 RW, Rawa Terate 1 RW dan Rawa Mangun 2 RW.

Jakarta Pusat terdapat 9 RW, diantaranya Cempaka Putih 1 RW, Cempaka Putih Timur 4 RW, Johar Baru 1 RW, Kartini 1 RW, Kramat 1 Raw dan Paseban 1 RW.

Jakarta Barat ada 56 RW, yakni di Cengkareng Barat 3 RW, Duri Kepa 5 RW, Duri Kosambi 1 RW, Jati Pulo 1 RW, Jelambar Baru 1 RW, Kalideres 2 RW, Kamal 9 RW, Kapuk 14 RW, Kedoya Utara 1 RW, Kembangan Utara 1 RW, Rawa Buaya 2 RW, Tegal Alur 15 RW, Wijaya Kesuma 1 RW.

Sementara untuk wilayah Jakarta Utara ada 24 RW dengan sebaran, di Ancol 1 RW, Kamal Muara 2 RW, Kapuk Muara 1 RW, Kelapa Gading Barat 1 RW, Kelapa Gading Timur 5 RW, Lagoa 1 RW, Pegangsaan Dua 8 RW, Penjaringan 2 RW, Sungai Bambu  2 RW, dan Sunter Jaya 1 RW.

Menurut Sutopo, redanya hujan menyebabkan banjir dan genangan mulai surut. Banjir dan genangan disebabkan oleh drainase perkotaan yang tidak mampu mengalirkan aliran permukaan. "Hujan lebat menyebabkan aliran permukaan melebihi kapasitas pengaliran drainase. Banjir dan genangan saat ini lebih cepat surut," paparnya.

Dijelaskannya, Jakarta makin rentan banjir karena terkait dengan terbatasnya kawasan resapan air. Pembangunan yang masif dengan kondisi permukaan yang kedap air dan terbatasnya resapan air, dan konservasi tanah dan air telah menyebabkan sekitar 85% curah hujan yang jatuh di wilayah Jakarta dikonversi menjadi aliran permukaan.

"Hanya sekitar 15% yang tertahan di permukaan tanah dan meresap ke dalam tanah. Itulah yang menyebabkan setiap hujan deras sering timbul banjir dan genangan. Ke depan perlu diperbanyak pembangunan embung, sumur resapan, danau mini, biopori, restorasi anak-anak sungai, taman sebagai resapan air dan lainnya," tutup Sutopo.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?