Minggu, 25 Februari 2018 | 20:40 WIB

  • News

  • Megapolitan

Sekda Saefullah Sebut Banjir di Ibukota ‘Agak Genit‘

Banjir di Jakarta
twitter @tmcpolda
Banjir di Jakarta

JAKARTA, NNC - Tingginya curah hujan yang mengguyur Jakarta sejak Kamis (15/2/2018) pagi,  mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah. Menurut Sekertaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah, banjir kali ini genit karena mengalami pergeseran dari wilayah selatan Jakarta ke utara.

"Jadi kali ini banjirnya agak genit ini. Dari selatan pindah ke utara, terutama di Kelapa Gading, Tanjung Priok, Sunter. Itu memang Kali Sunter-nya agak tinggi," kata Saefullah di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Beruntung, lanjut Saefullah, banjir tersebut cepat surut karena peran jajaran PU Air, serta kondisi pompa yang maksimal, dan laut yang bersahabat.

"Lagi-lagi kita Alhamdulillah tertolong lautnya bersahabat, jadi air cepat surut. Ini barang kali sistem waduk dan pompa kita lagi diuji kali ini, tapi kali ini waduk-waduk kita dan pompanya berkat kerja keras teman-teman dijajaran PU Air pompanya berjalan baik," ungkapnya.

Meski banjir mulai surut, Saefullah mengaku pihaknya akan akan terus memantau kondisi terkini di berbagai wilayah yang terdampak banjir. “Jadi hari ini relatif hampir, bukan seharian penuh, tetap dalam situasi aman ini, kita monitor,” tandasnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Pukul 16.30 WIB, Kamis (15/2/2018), ada 100 RW di 4 wilayah Jakarta yang terdampak banjir.

"Update Titik Banjir dan Genangan di Jakarta pada 15/2/2018 pukul 16.30 WIB. Jumlah wilayah terdampak banjir 4 Kota, 36 Kelurahan, 100 RW," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/2/2018).

Dengan rincian, wilayah Jakarta Timur ada 11 RW, Jakarta Pusat terdapat 9 RW, kemudian Jakarta Barat ada 56 RW, dan di Jakarta Utara ada 24 RW.

Menurut Sutopo, Jakarta makin rentan banjir karena terkait dengan terbatasnya kawasan resapan air. Pembangunan yang masif dengan kondisi permukaan yang kedap air dan terbatasnya resapan air, dan konservasi tanah dan air telah menyebabkan sekitar 85% curah hujan yang jatuh di wilayah Jakarta dikonversi menjadi aliran permukaan.

"Hanya sekitar 15% yang tertahan di permukaan tanah dan meresap ke dalam tanah. Itulah yang menyebabkan setiap hujan deras sering timbul banjir dan genangan. Ke depan perlu diperbanyak pembangunan embung, sumur resapan, danau mini, biopori, restorasi anak-anak sungai, taman sebagai resapan air dan lainnya," tutup Sutopo.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?