• News

  • Megapolitan

Sambut Habib Rizieq, Alumni 212 akan Putihkan Bandara

Habib Rizieq SHihab mau pulang
Istimewa
Habib Rizieq SHihab mau pulang

JAKARTA, NNC - Persaudaraan Alumni 212 akan menyambut kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Bandara Soekarno-Hatta, pada Rabu (21/2/2018).

Menurut Humas Persaudaraan Alumni 212, Habib Novel Chaidir Bamukmin, pihaknya belum dapat memastikan berapa jumlah massa yang akan hadir saat penyambutan Habib Rizieq.

Namun begitu, lanjut Habib Novel, para Alumni dan simpatisan Habib Rizieq di berbagai daerah, telah menyatakan ketersediaan mereka untuk hadir di Bandara Soekarno-Hatta.

"Estimasi masa belum bisa diprediksi, namun kesiapan dari berbagai daerah sudah matang untuk hadir langsung untuk putihkan bandara," kata Habib Novel, kepada NNC, Kamis (15/2/2018).

Selain itu, tokoh Front Pembela Islam (FPI) ini menyebut, panitia penyambutan Habib Rizieq yang diketuai oleh Eggy Sudjana juga telah melakukan persiapan yang matang, baik itu dari logistik, pengamanan, hingga mobil komando.

"Persiapan dengan dibentuknya panitia. Semua sudah disiapkan dari spanduk, logistik, pengamanan, mobil komando, ambulance, serta yang lainnya," ungkap Habib Novel.

Sebelumnya, Ketua Panitia penyambutan, Eggy Sudjana mengatakan, kepulangan Habib Rizieq bukan atas kemauan sendiri, melainkan permintaan umat.

"Animo besar dari umat, ingin Habib (Rizieq) pulang. Jadi, kuncinya harus dipahami, bukan Habib ingin pulang, bukan Habib mau dilindungi dan sebagainya. Tapi kita umat yang minta Habib pulang," kata Eggy di kantornya, Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

Meski animo begitu besar dari umat agar Habib Rizieq kembali, namun disebut Dewan Persaudaraan Alumni 212 itu, Habib Rizieq meminta untuk diberikan kesempatan istikharah.

"Habib sudah jawab kepada saya, mohon diberikan kesempatan istikharah. Karena sedang di Mekah, lebih afdol di depan Ka'bah. Karena itu jawabannya, saya tidak bisa penginnya ayo pulang. Jadi, hormati hasil istikharahnya," tandasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?