• News

  • Megapolitan

Ditolaknya Anies Naik Podium, Pimpinan DPRD DKI: Ingat Anies Gubernur DKI!

 Wakil Ketua DPRD DKI, M Taufik
NNC/Adiel Manafe
Wakil Ketua DPRD DKI, M Taufik

JAKARTA, NNC - Tak turut sertanya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat Presiden Joko Widodo menyerahkan piala kepada para pemain Persija, menjadi pertanyaan berbagai kalangan.

Sebagai kepala daerah dimana laga final Piala Presiden dilangsungkan, Anies sebagai orang nomor satu di Jakarta, seharusnya ikut mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Ingat ! Gubernur DKI adalah Anies Baswedan," kata Wakil Ketua DPRD DKI, M Taufik di Jakarta, Minggu (18/02/2018).

Ia pun mencontohkan, pada Piala Presiden tahun 2015 saat Persib Bandung menjadi juara, ditempat yang sama yaitu GBK, Presiden didampingi oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Walikota Bandung Ridwan Kamil juga Ahok Sebagai Gubernur Jakarta.

Sebelumnya, dalam sebuah video yang beredar di media sosial Whatsapp, Gubernur DKI Anies Baswedan terlihat ditahan atau dilarang oleh pasukan pengaman presiden (Paspampres) untuk tidak turun kepodium.

Taufik sebagai pimpinan Partai Gerindra, selaku partai pengusung Anies-Sandi, sangat menyayangkan sikap salah satu anggota pengaman yang melarang Gubernur DKI Jakarta naik ke podium apalagi pemenangnya adalah tim dari Jakarta.

Dirinya pun mendesak pihak yang bersangkutan untuk memberikan alasannya terkait larangan tersebut.

Padahal menurut Undang-undang (UU) Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan, menyebut, tiap pejabat yang menjadi tuan rumah wajib mendampingi Presiden dan atau Wapres dalam sebuah acara, sesuai pasal 13, yang berbunyi

Tata Tempat bagi penyelenggara dan/atau pejabat tuan rumah dalam pelaksanaan Acara Resmi sebagai berikut:

a. dalam hal Acara Resmi dihadiri Presiden dan/atau Wakil Presiden, penyelenggara dan/atau pejabat tuan rumah mendampingi Presiden dan/atau Wakil Presiden.

b. dalam hal Acara Resmi tidak dihadiri Presiden dan/atau Wakil Presiden, penyelenggara dan/atau pejabat tuan rumah mendampingi Pejabat Negara dan/atau Pejabat Pemerintah yang tertinggi kedudukannya.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?