• News

  • Megapolitan

Anies Dipolisikan, Politisi PDIP: Terlalu Cepat, Baiknya Musyawarah Dulu

Anggota DPRD DKI William Yani
beritajakarta
Anggota DPRD DKI William Yani

JAKARTA, NNC - Anggota DPRD DKI William Yani mengomentari pelaporan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Polda Metro Jaya oleh Cyber Indonesia, terkait kebijakan menutup Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

William menilai, seharusnya pihak pelapor lebih dulu mengirim surat untuk mengajak bermusyawarah dengan Anies terkait kebijakannya tersebut, sebelum membawa masalah ini ke ranah hukum.

"Kalau menurut saya terlalu cepat (dilaporkan). Harusnya diajak musyawarah aja dulu gubernurnya. Jangan dipidanakan langsung. Jadi sebelum sampai sana (ranah hukum) lebih baik mereka kirim surat dululah, kalau tidak ditanggapi sampai tiga kali baru dipidanakan," kata William kepada NNC, Jumat (23/2/2018).

Meski demikian, William berpendapat jika kebijakan Anies menutup jalan telah menyalahi sejumlah aturan, salah satunya Pasal 28 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Tetapi memang pada prinsipnya penutupan Jalan Jatibaru itu melanggar hukum sesuai dengan undang-undang lalu lintas," ungkap politisi PDIP itu.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian melaporkan Gubernur Anies ke Polda Metro Jaya pada Kamis (22/2/2018), malam, terkait kebijakan Anies menutup Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang dijadikan tempat berjualan pedagang kaki lima (PKL).

Laporan tersebut diterima dengan teregistrasi nomor LP/995/II/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 22 Februari 2018. Dalam surat laporan, Jack memperkarakan Anies atas dugaan 'Perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan.'

"Cyber Indonesia ‘mencium’ adanya dugaan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan dengan ancaman pidana penjara paling lama 18 bulan atau denda (Rp) 1,5 Miliar," tegas Jack dalam rilisnya kepada wartawan, Kamis (22/2/2018).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?