• News

  • Megapolitan

Tokoh Alumni 212 Minta Prabowo-Anies Jangan Pelihara Kelompok Bahlul dan Norak

Presidium Alumni 212 Faizal Assegaf.
Muslim
Presidium Alumni 212 Faizal Assegaf.

JAKARTA, NNC - Salah satu pendiri Presidium Alumni 212 Faizal Assegaf menyebut, kegagalan kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, mesti direnungkan oleh semua pihak agar dapat mengambil hikmah, berintrospeksi serta mencari solusi elegan, damai dan bermartabat.

"Sebagai pendiri Presidium 212, tentu saya prihatin Habib Rizieq telah dijadikan objek politik bagi kepentingan kelompok pemarah," kata Faizal dalam rilis yang diterima NNC, Minggu (25/2/2018).

Kelompok pemarah yang dimaksud Faizal yakni mereka menggelar penyambutan terhadap Habib Rizieq dan kemudian bergeser ke aksi menentang pengajuan kembali (PK) terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Menurut Faizal, kelompok pemarah ini mestinya sadar dan berhenti membuat kegaduhan untuk mengais keuntungan politis dan finansial secara terselubung.

"Modus-modus licik tersebut membuat umat makin kehilangan simpati kepada Habib Rizieq dan mencemari gerakan bela Islam yang sejak awal dikenal sangat santun dan superdamai," ungkapnya.

Karena itu, Faizal menyarankan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turun tangan dan menghentikan kegaduhan yang ditimbulkan kelompok tersebut.

"Saran saya, Anies dan Prabowo sebagai tokoh yang selama ini dibela oleh kelompok pemarah, sebaiknya menghentikan kegaduhan politik identitas," paparnya.

Kedua tokoh tersebut, lanjut Faizal, diharapkan dapat memberi pendidikan politik dan mencerdaskan kelompok pemarah yang telah terjebak dalam alur berdemokrasi yang tidak Sehat. Jika tidak, akan membawa dampak pada rusaknya tatanan berbangsa dan bernegara.

"Kalau kedua tokoh publik membiarkan dan memilihara budaya politik bahalul dan norak itu, publik khawatir akan akan memberi ruang kepada energi kebangkitan radikalis di negeri ini. Tentu dampaknya memberi daya rusak bagi tatanan berbangsa dan bernegara, harus dihentikan!" tegas Ketua Progres 98 itu.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?