• News

  • Megapolitan

Anies sebut PKL Langgar Aturan karena Kebutuhan

Anies Baswedan saat melakukan sidak di gedung perkantoran
NNC/Adiel Manafe
Anies Baswedan saat melakukan sidak di gedung perkantoran

JAKARTA, NNC - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan dua kategori pelanggar aturan, yakni ada yang melanggar karena kebutuhan, seperti para pedagang kaki lima (PKL), sedangkan yang tidak mentaati aturan karena serakah, ia mencontohkan para pengelola gedung-gedung tinggi.

Meski sama-sama melanggar aturan, disebut Anies, PKL justru lebih disorot, ketimbang pelanggaran yang dilakukan para pemilik gedung bertingkat.

"Saya kadang miris, kalau lihat foto PKL difoto terus disebar, saya merasa 'beginikah kita?' Ya mereka memang tidak menaati aturan, tapi mereka tidak menaati aturan karena kebutuhan," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Selasa (1/3/32018).

"Di belakang, gedung pencakar langit tidak menaati aturan karena keserakahan. Itu yang saya rasakan selama bertugas di DKI," sambungnya.

Hal ini disampaikan Anies terkait sidak yang dia lakukan pada Senin (12/3/2018) kemarin di sejumlah gedung di kawasan Jalan MH Thamrin-Jenderal Sudirman, untuk mengecek penyediaan sumur resapan dan instalasi pengolahan air limbah serta pemanfaatan air tanah di gedung-gedung tersebut.

Untuk itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengaku akan menindak tegas semua yang melanggar aturan tanpa pandang bulu, termasuk terhadap pemilik atau pengelola gedung-gedung bertingkat di ibukota.

"Kita akan kasih sanksi sesuai aturan. Yang paling penting adalah berubah. Pengelola gedung merubah cara kerjanya. Dengan itu tujuan kita tercapai, karena tujuan aturan bukan menemukan pelanggar, tapi membentuk perilaku," ujarnya.

Lebih jauh Anies menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan Keputusan Gubernur No.279/2018 di awal Februari. Kepgub itu berimplikasi pada pembentukan tim khusus yang bertugas melakukan pengawasan regulasi terkait sumur resapan, pengolahan air limbah dan pemanfaatan air tanah di gedung-gedung tinggi.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?