• News

  • Megapolitan

Para Jomblo Jangan Mimpi Punya Rumah DP 0 Rupiah, Ini Alasannya 

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan didampingi Wagub DKI Sandiaga .
Dokumentasi NNC/Anhar Rizky Affandi
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan didampingi Wagub DKI Sandiaga .

JAKARTA, NNC - Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno mulai merealisasikan janji mereka membangun Rumah dengan down payment (DP) atau uang muka nol rupiah (Rp0) di Klapa Village, Jakarta Timur.

Hari ini, Rabu (14/3/2018), Sandi  kembali mensosialisasikan dan pendalaman materi terkait program rumah DP Nol Rupiah kepada awak media di Balai Kota Jakarta.

"Saya ingin ada kesamaan frekuensi, ada kesamaan pemahaman, ada kesamaan dari segi ekspektasi dan antisipasi untuk program kalau di media crawling salah satu yang paling diperhatikan oleh masyarakat yaitu zero down payment. Jadi program rumah dp nol rupiah," kata Sandi.

Dalam penjelasannya, Sandi kembali mengingatkan soal beberapa syarat bagi warga yang ingin memiliki hunian tersebut. Pertama, program ini diperuntukkan bagi mereka yang sudah tinggal di Jakarta paling tidak lebih dari lima dan ber-KTP DKI.

"Intinya kalau kita lihat, manfaat program DP nol rupiah ini adalah satu, warga DKI Jakarta. Jadi waga negara Indonesia yang ber-KTP DKI. Itu yang pertama," ucap dia.

“Prioritas pertama yang menjadi sasaran program adalah warga yang telah menjadi warga DKI dalam jangka waktu tertentu. Bukan yang dadakan. Bukan (warga) yang datang ke sini (Jakarta) belum ada 6 bulan, langsung mengikuti. Jadi itu merupakan target penerima manfaat dari policy ini," sambungnya.

Syarat kedua, disebutkan Sandi, adalah warga yang sudah menikah dan memiliki penghasilan antara Rp 4 juta minimum dan maksimum Rp 7 juta. Penghasilan tersebut bisa merupakan penghasilan gabungan suami dan istri, atau salah satunya.

"Kedua, telah menikah. Jadi jomblo mohon maaf. Belum bisa karena ini dikhususkan kepada yang telah menikah. Ini salah satu harapan kita bagi teman-teman yang sudah menikah, jadi bukan telat menikah. Telah menikah," ujarnya.

"Kalau telat menikah, boleh juga. Tapi yang kita khususkan yang telah menikah tapi belum punya rumah. Jadi harus ada surat keterangan dari lurahnya bahwa pasangan ini belum punya rumah," jelas Sandi.

Lebih jauh politisi Gerindra itu menegaskan, inti dari program rumah DP 0 ini adalah bentuk keberpihakan mereka terhadap warga ibukota kelas menengah ke bawah yang belum memiliki hunian.

"Nah ini yang kita ingin hadirkan bersama Pak Anies adalah keberpihakan pemerintah DKI Jakarta kepada rakyat yang ingin memiliki rumah yang terjangkau khususnya bagi menengah ke bawah yang merupakan mayoritas dari warga Jakarta," tandasnya.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?