• News

  • Megapolitan

Terbongkar Praktek Jual Beli Tenda di Jalan Jatibaru, PDIP DKI Berkomentar

Tenda-tenda di Jalan Jatibaru
Netralnews/Anhar Rizki Affandi
Tenda-tenda di Jalan Jatibaru

JAKARTA, NNC - Kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno menutup Jalan Jatibaru, Tanah Abang, untuk dijadikan lokasi berjualan pedagang kaki lima (PKL), ternyata tak berjalan mulus.

Pasalnya, beberapa hari terakhir santer diberitakan ada oknum yang melakukan praktek jual beli lapak atau tenda kepada PKL dengan harga tinggi, bahkan mencapai Rp25 juta. Padahal seharusnya tenda-tenda itu diberikan gratis dari Pemprov DKI kepada para pedagang.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono angkat bicara. Ia menilai, memang sejak awal kebijakan Anies-Sandi sudah salah.

Selain karena menutup jalan menyalahi sejumlah aturan, memindahkan PKL ke tempat tersebut juga membuka peluang adanya pungli dari pihak yang tidak bertanggungjawab.

"Maka ini kan saya katakan dari awal ini kebijakan yang salah, sehingga menimbulkan pungli di jalanan," kata Gembong kepada wartawan, Selasa (17/4/2018).

Ditambahkan Gembong, seandainya sejak awal para pedagang kaki lima (PKL) tidak direlokasi ke jalan, tentu tidak ada oknum yang lakukan pungli. Misalnya direlokasi ke Blok G seperti era Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).

"Akhirnya yang jadi korban PKL-nya, kasihan mereka mengais rezeki seperak dua perak akhirnya diambil oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab, kan kasihan mereka," ucap dia.

Karenanya, Gembong meminta Anies-Sandi memindahkan PKL ke tempat yang seharusnya, dan tidak berjualan di jalan. "Solusi sederhana, kembalikan pada tempat yang tertib, ketika dikembalikan ke tempat tertib, maka tidak ada peluang bagi oknum untuk lakukan pungli," tandasnya.

Sebelumnya, Sandiaga menyinggung ada oknum yang 'bermain' dalam penyediaan lapak dan tenda bagi PKL di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, dimana tenda dijualbelikan, bahkan harganya mencapai Rp25 juta.

"Kita baru tahu kalau tenda-tenda di Tanah Abang kan ternyata sekarang baru terbuka bahwa selama ini diam-diam semua ada praktik saling menjual hak atas lahan tersebut itu yang (kita) tidak ingin," ujar Sandi di Balai Kota Jakarta, Senin (16/4/2018).

Informasi soal jual beli tenda dan lapak ini, juga diperoleh Sandiaga dari seorang eks pedagang Jatibaru, saat Sandi meninjau pasar unit kegiatan menengah (UKM) binaan Syarikat Islam di Pondok Kelapa Town Square, Jakarta Timur, Jumat (13/4/2018) malam.

Pedagang bernama Mona Panggabean itu mengadu kepada Sandiaga perihal praktik jual beli  tenda. Namun Mona tidak mau membeberkan siapa oknum yang menyewakan tenda dengan harga selangit, sebab nasib PKL di Jatibaru bisa terancam.

Mendengar aduan Mona, Sandiaga mengatakan "Ini bukan lagi dugaan, tapi sudah kenyataan di lapangan bahwa ada beberapa sinyal elemen bahwa tenda-tenda itu disewakan. Pedagang seperti Bu Mona dan pedagang lain nggak sanggup, karena biayanya Rp25 juta ya."

Meski demikian, politisi Gerindra ini mengaku sulit untuk menertibkan oknum yang menyewakan tenda dengan harga fantastis itu, sebab para PKL enggan untuk membeberkan siapa pelakunya.

"Sekarang gini, saya tanya ke Bu Mona siapa yang ambil uang Rp25 juta? Nggak ada yang mau ngaku. Sekarang kita laporkan juga siapa gitu lho, kan perlu ditertibkan," ujarnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?