• News

  • Megapolitan

Alumni 212 :Kasus Sukmawati akan Di-Ahok-kan Juga

Ahok dan Habib Novel (Newsth)
Ahok dan Habib Novel (Newsth)

 JAKARTA, NNC - Humas Persaudaraan Alumni 212 Habib Novel Chaidir Bamukmin menyebutkan kasus Sukmawati Soekarnoputri yang diduga telah melakukanpenodaan agama melalui puisinya berjudul Ibu Indonesia, sangat lamban penanganannya.

Karena itulah, Habib Novel mempertanyakan proses perkembangan laporan tersebut. Dengan adanya belasan laporan terhadap Sukamawati yang telah dilayangkan baik itu ke Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Polda Jawa Timur, seharusnya polisi bertindak cepat.

Dalam  praduga Habib Novel, kasus Sukmawati seperti halnya kasus yang menimpa mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. " Kasus Sukmawati ini sepertinya akan di-Ahok-kan juga," kata Habib Novel Bamukmin, kepada wartawan, Selasa (17/4/2018).

Sebaliknya Habib Novel menganggap  kasus Sukmawati sengaja dibuat berlarut-larut guna memancing aksi massa,  dengan adanya aksi massa maka akan ada penangkpan ulama dan aktivis lagi.

Seperti diketahui, Sukmawati Sukarnoputri membacakan puisi itu di acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018.

Berikut puisi yang bejudul Ibu Indonesia tersebut.


“Ibu Indonesia

ku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu, sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai  tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangtlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia, saat pengelihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi , dan kreatif,

selamat datang di duniaku, bumi ibu Indonesia

Aku tak tau syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada ilahi
Napas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat-ayat alam surgawi

Pandanglah ibu Indonesia, saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolakan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu indonesia dan kaumnya.”

Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?