• News

  • Megapolitan

Selama Ramadan, Volume Sampah di Jakarta Naik 4 Persen

Selama Ramadan, Volume Sampah di Jakarta Naik 4 Persen
Anorganik
Selama Ramadan, Volume Sampah di Jakarta Naik 4 Persen

JAKARTA, NNC - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mencatat, rata-rata tonase sampah di ibukota sebelum bulan Ramadan yakni dari Januari-Mei 2018 yang masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang sebanyak 7.710 ton/hari.

Sementara rata-rata per hari tonase sampah selama bulan Ramadhan terhitung mulai 1 hingga 26 Ramadhan yang masuk ke TPST Bantargebang mencapai 7.999 ton/hari.

"Terjadi peningkatan tonase sampah dibandingkan dengan sebelum Ramadan sebanyak 7,999 ton/hari – 7,710 ton/hari = 289 ton/hari. Terjadi peningkatan sebesar 4 persen selama bulan Ramadan," Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Rabu (13/6/2018).

Menurut Isnawa, peningkatan ini disebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat pada saat berbuka puasa dan sahur.

"Adapun jenis sampah yang meningkat kebanyakan berupa sampah rumah tangga, seperti sayur-mayur, buah-buahan, plastik serta pembungkus makanan lainnya," paparnya.

Meski terjadi peningkatan timbulan sampah saat Ramadan, lanjut Isnawan, keadaan demikian akan berbalik turun saat pra dan pasca Lebaran (H-6 sampai dengan H+6).

"Ini terjadi karena dimulainya cuti bersama dan libur lebaran. Pada saat itu banyak warga Jakarta yang melakukan mudik," ucap dia.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta memperkirakan puncak tonase penanganan sampah akan terjadi pada H+7, H+8, H+9  dan H+10 Lebaran, dan setelahnya kembali ke rata-rata timbunan normal.

Isnawa menyebut, peningkatan tonase disebabkan sebagian besar warga Jakarta telah kembali dari kampung halamannya karena sudah berakhir masa cuti bersama.

"Selain itu, tukang gerobak yang sempat mudik telah kembali bertugas, sehingga akumulasi tumpukan-tumpukan sampah yang sempat tertinggal di tempat sampah di rumah tangga mulai dikirim ke Tempat Penampungan Sementara (TPS)," tutupnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?