• News

  • Megapolitan

Sambut Asian Games, Pemprov DKI Operasikan Hotel Syariah

Soft opening d’Arcici Al-Hijrah
NNC/Wahyu Praditya Purnomo
Soft opening d’Arcici Al-Hijrah

JAKARTA, NNC - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Jakarta Tourisindo (Jaktour) mengoperasikan hotel syariah untuk Asian Games. Hal ini terlihat saat soft opening d’Arcici Al-Hijrah, di lobby utama Hotel, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

"Kami tengah melakukan transformasi, ini kehormatan bagi Jaktour untuk berikhtiar dengan hotel sistem syariah sesuai arahan gubernur dan wakil gubernur," kata Direktur Usaha dan Pengembangan Bisnis PT Jaktour, Iskandar Zulkarnain di Jakarta, Jumat (10/8/2018).

"Dimana transformasi ini kita buat konsep yang lebih islami. Awalnya hotel ini bernama d’Arcici yang memiliki konsep hotel budged dan bertransformasi menjadi d’Arcici Al-Hijrah berkonsep Hotel Halal (Halal Lifestyle)," lanjutnya.

Menurutnya, penerapan hotel syariah merupakan salah satu dukungan untuk menggenjot tingkat pariwisata halal di Ibukota. Dia mengatakan, salah satu unit bisnisnya, Hotel Grand Cempaka Bussines telah menerapkan praktek halal sejak lama.

"Malah unit bisnis kami, yaitu Hotel Grand Cempaka telah menerapkan cara-cara halal. Kami tidak menyajikan minuman beralkohol maupun makanan yang mengandung babi. Tapi, dengan pengoperasian hotel bersyariah bisa lebih menegaskan bahwa kami berkomitmen untuk mendukung halal tourism di Jakarta," tuturnya.

Diakuinya, Hotel Grand Cempaka itu menjadi salah satu hotel untuk mendukung Asian Games. Saat ini, para juri dan wasit asal Indonesia telah dipastikan menggunakan hotelnya selama Asian Games.

Meski demikian, penerapan hotel bersyariah ini meleset dari rencana semula. Sebab, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno meminta PT Jaktour untuk mengubah Hotel C'One Cempaka Putih dan C'One Pulomas menjadi hotel syariah. Hal ini dikarenakan kedua hotel itu sering disalahgunakan untuk praktek esek-esek oleh penggunanya.

"Sebenarnya kami memang akan membangun kedua hotel C'One itu dengan sistem BOT (Built Operation Transfer) dengan skema syariah hotel. Tapi, kami masih mencari investor untuk pendanaannya," ujar Direktur Keuangan PT Jaktour, Mulyanis Saputra.

Dikatakannya, pembangunan hotel syariah itu membutuhkan sekitar Rp 100 miliar. Pihaknya merencanakan akan mengajukan penanaman modal pemerintah daerah (PMD) kepada Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta, guna membangun hotel berkonsep Asmaul Husna (nama-nama baik), dengan 99 kamar dan 9 lantai.

Sementara itu, Sekko Jakarta Pusat, Iqbal Akbarrudin, berharap dengan dibukanya hotel ini, diharapkan dapat meningkatkan wisatawan yang berkunjung di DKI Jakarta terutama di Jakarta Pusat.

"Semoga ini juga menjadi hotel alternatif bagi wisatawan, karena semua makanan dan minuman yang disajikan sudah dijamin halal," pungkas Iqbal.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?