• News

  • Megapolitan

Banyak Diprotes Penghuni, Anies Tunda Kenaikan Tarif Rusun

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
NNC/Adiel Manafe
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

JAKARTA, NNC - Kenaikan tarif rumah susun sewa ( rusunawa), oleh sebagian besar penghuni dikeluhkan karena pendapatan yang rendah dan tidak sebanding dengan kenaikan tarif rusun.

Terkait keluhan para penghuni, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya menunda kenaikan tarif sewa untuk rusunawa. Meski demikian Pemprov DKI menyatakan, penundaan kenaikan tarif sewa rusunawa dilakukan untuk mempertimbangkan dampaknya bagi penghuni rusun yang merupakan warga relokasi.

Demikian dikatakan Pelaksana tugas (Plt) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Meli Budiastuti.

"Jadi untuk sementara pergub ini istilahnya di-hold dulu," kata Meli, Senin (20/8/2018).

"Saat sosialisasi memang ada masyarakat yang benar-benar perlu dibantu, terutama warga relokasi," sambungnya.

Sementara Meli menegaskan Pergub Nomor 55 Tahun 2018 tentang Penyesuaian Tarif Retribusi Pelayanan Perumahan hanya ditujukan untuk rusun baru, yang saat ini dalam tahap pembangunan.

"Kami pastikan ada payung hukumnya terhadap bangunan baru," terang Meli.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menaikan tarif sewa 19 rusun melalui Peraturan Gubernur Nomor 55 Tahun 2018 tentang Penyesuaian Tarif Retribusi Pelayanan Perumahan.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Widita Fembrian

Apa Reaksi Anda?