• News

  • Megapolitan

Proyeksi Realisasi Program Ahok Ditolak, PDIP "Walk Out" di Rapat Banggar

Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono.
Dok/NNC
Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono.

JAKARTA, NNC - Fraksi PDIP memilih "walk out" saat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta menolak penambahan anggaran pembangunan Waduk Situ Embung dan kelengkapan aliran timur sebesar Rp 24 Milliar untuk Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta

Usai mengetok palu penolakan penambahan anggaran oleh Pimpinan Rapat Banggar, Mohammad Taufik, Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono langsung "walk out" dari ruangan sidang dan langsung disusul oleh Ida Mahmuda, dan diikuti oleh anggota fraksi PDIP lainnya. 

Ida menyatakan, M. Taufik tidak fair dalam memimpin sidang lantaran menolak penambahan dana pembuatan waduk yang merupakan bagian dari program penyelesaian banjir sejak era Gubernur Ahok

Menurut Ida, Taufik membatalkan penambahan anggaran itu agar program Ahok itu tidak berjalan alias mangkrak. Padahal menurut Ida pembangunan Waduk-waduk ini sudah mencapai 90 persen. Sehingg penambahan anggaran sangat layak diberikan. 

"Dan ini kan pasti ada sesuatu, Jangan pekerjaan itu sudah bisa 90 persen, kenapa tinggal 10 persen lagi, kenapa tidak kita setujui. Ini kan karena itu proyek programnya Ahok. Yang mereka tidak suka ini berhasil. Apalagi anggrannyakan tidak besar penambahannya," tegas Ida di Gedung DPRD DKI, Jumat (14/9/2018).

Lebih lanjut dirinya mengaku heran lantaran pihak legislatif enggan menambahkan saat eksekutif meminta, namun ketika legislatif yang mengusulkan penambahan anggaran, prosenya berlangsung alot. 

"Nah sekarang giliran eksekutif yang minta? ada apa dengan ini, kami dari frakai PDI perjuangan ingin penyelesaian banjir selesai, biar masyarakat yang menilai," pungkasnya.

Sebelumnya, pimpinan Banggar Mohammad Taufik mengatakan penolakan penambahan anggaran tersebut karena dinilai terlalu mepet untuk membangun waduk situ dan embung.

"Bukan soal batal membatalin, cukup enggak waktuya kalau bikin waduk sekarang sampai bulan desember. Cuma dikit sih 24 miliar (anggaran) kan yang lain udah jalan," Kata Taufik saat memipin rapat Banggar di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Diketahui, Anggaran tersebut salah satunya diproyeksikan untuk penambahan Waduk, yang telah di siapkan pada masa era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok). Seperti waduk Cimanggis, Kampung Rambutan dan Jagakarsa Jakarta Timur.

 

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Widita Fembrian

Apa Reaksi Anda?