• News

  • Megapolitan

Polisi Tangkap Oknum Guru Penyebar Hoaks 80 Juta Surat Suara Telah Dicoblos

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya.
NNC/Toar Sandy Purukan
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya.

JAKARTA, NNC - Jajaran Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berhasil meringkus pelaku penyebar hoaks soal tujuh kontainer yang berisi 80 juta surat suara yang telah dicoblos. Pelaku yang diketahui berinsial MIK (38) ditangkap di rrumahnya di Kebon Dalam, Purwakarta, Kota Cilegon, Banten, Minggu (6/1/2019).
 
Pelaku yang merupakan guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu menyebarkan hoaks melalui media sosial Twitter. Dalam Twitter milik pelaku bernama @chiecilihie80, tertulis : "Di Tanjung Priok ada 7 kontainer berisi 80jt surat suara yang sudah dicoblos. Hayo Padi merapat pasti dari Tionglok tuh".
 
"Dia menyebar (hoaks) di akun twitter atas nama @chiecilihie80," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/1/2019).
 
Tersangka dikenakan Pasal 28 ayat (2) Juncto Pasal 45A ayat (2) Undang-undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Elektronik, dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda Paling banyak Rp1 miliar dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-undang RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan Hukum Pidana, dengan pidana penjara paling singkat dua tahun dan paling lama 10 tahun.
 
Untuk diketahui, MIK merupakan buzzer atau penyebar hoaks surat suara tercoblos di media sosial. MIK juga memviralkan hoaks itu.
 
"Polda Metro Jaya membuat laporan polisi tanggal 4 Januari melakukan penyelidikan memeriksa akhirnya menaikan ke penyidikan, dan akhirnya kita tangkap di rumahnya di Cilegon pada 6 Januari pukul 22.30 WIB," ujarnya.
 
Dalam tulisan itu, pelaku juga menyisipkan capture yang bertulisan 'Viralkan Info dari sumber yang dipercaya, posisi paslon nomor 1 unggul hanya tinggal di 4 propinsi Jateng, NTT, Bali dan Papua.
Reporter : Toar Sandy Purukan
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?