• News

  • Megapolitan

Minim Sarana dan Prasarana jadi Kendala dalam Pengembangan Pariwisata di Ibukota

Salah satu objek wisata di DKI Jakarta, Monumen Nasional
Detak
Salah satu objek wisata di DKI Jakarta, Monumen Nasional

 
JAKARTA, NNCAsisten Perekonomian dan Keuangan Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati mengakui adanya sejumlah permasalahan dalam pengembangan pariwisata di Ibukota. Permasalahan tersebut menjadi kendala bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
 
"Antara lain, daya tarik obyek wisata masih kurang, karena prasarana dan sarana yang tersedia belum memadai. Kebersihan dan keindahan juga kurang terpelihara, dan kurangnya kolaborasi dengan masyarakat, komunitas dan pelaku industri pariwisata," kata Sri saat focus group discussion (FGD) Jakarta Tourism Forum (JTF).
 
Menurutnya, pengembangan pariwisata di Jakarta ini pun masih minim publikasi dan informasi. Terutama informasi untuk menunjukkan obyek wisata beserta atraksinya.
 
Hingga kini, akunya, koordinasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dengan instansi lainnya pun belum optimal.
 
"Khusus untuk sektor wisata halal, permasalahannya terutama faktor sebagian masyakarat Jakarta kurang memahami konsep wisata halal. Sebagian industri pariwisata yang beroperasi belum berdasarkan prinsip syariah, misalnya sebagian besar restoran yang beroperasi belum memiliki sertifikat halal," ujarnya.
 
Di sisi lain, ungkapnya, industri pariwisata di Jakarta pun masih menganggap bahwa wisata halal bukan pangsa yang besar.
 
Sehingga upaya untuk meningkatkan wisata halal belum optimal, dan masih terdapat anggapan bahwa sarana dan prasaran yang ada sudah halal sehingga tidak perlu untuk melakukan suatu inovasi.
Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?