• News

  • Megapolitan

Digelar Tertutup Fit and Proper Test Cawagub DKI Tak Transparan

Balaikota DKI Jakarta
Bisnis Wisata
Balaikota DKI Jakarta

JAKARTA, NNC - Fit and Propert Test atau uji kelayakan calon Wakil Gubernur (cawagub) DKI Jakarta dinilai tak transparan. Pasalnya, uji kelayakan yang diikuti tiga kader PKS, yaitu Agung Yulianto, Ahmad Syaikhu, dan Abdurrahman Suhaimi, dilakukan secara tertutup.

Kondisi uji kelayakan yang tertutup ini menimbulkan kritikan dari sejumlah pihak, termasuk Direktur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Soni Sumarsono.

Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta itu sebelumnya menaruh harapan uji kelayakan dilaksanakan secara terbuka. Sehingga seluruh masyarakat ibukota akan dapat mengetahui, seperti apa para calon pemimpinnya. Terlebih jabatan yang diuji kelayakan tersebut adalah jabatan wakil gubernur.

"Kami pikir ditayangkan di televisi, ternyata malah tertutup,” kata Soni Sumarsono dalam keterangannya melalui pesan singkat, Senin (28/1/2019).

Sebelumnya, dalam uji kelayakan Cawagub DKI, awak media tak diperbolehkan meliput kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Aston Priority JL TB Simatupang, Jakarta Selatan sejak Minggu (27/1/2019) tersebut.

Uji kelayakan calon Wakil Gubernur (cawagub) DKI Jakarta berlangsung, Minggu (27/1/2019), di Hotel Aston Priority JL TB Simatupang, Jakarta Selatan. Namun sayangnya, acara yang rencananya dimulai pukul 12:00 – 20:00 tersebut berlangsung tertutup.

"Mohon maaf agenda memang tertutup. Gak enak sama teman-teman media. Agendanya cukup panjang," ujar Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo kepada awak media saat itu.

Syakir pun menyebutkan selain tertutup tidak ada acara preskon terkait hasil dari acara fit and propert test.

"Insya Allah, selesai fit and propert test, PKS akan membuat release  dan dikirim kepada rekan-rekan media," imbuh Syakir.

Sementara itu salah satu tim penelis dari Gerindra Syarif sama sekali tidak mengetahui kalau acara fit and propert test cawagub DKI Jakata berlangsung tertutup.

"Tertutup. Kebutulan saya tidak ikut dalam fit and propert test sebab saya sedang umroh,” ujar Syarif melalui pesan WhatsApp.

Lantas siapa yang menggantikan posisi Syarif sebagai panelis? Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta ini tidak menjawab. Bahkan ketika wartawan mencoba menanyakan bagaimana hasil dari fit and propert test ketika dirinya sebagai panelis tidak hadir. Lagi-lagi Syarif tak menjawab.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?