• News

  • Megapolitan

Anggota Tim Uji Kelayakan Sebut Cawagub PKS Dinilai Kurang Ideal

Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Syarif
NNC/Adiel Manafe
Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Syarif

JAKARTA, NNC - Calon wakil gubernur (Cawagub) DKI asal PKS belum ideal untuk mendampingi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Hal tersebut ditegaskan anggota tim uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test (FPT), Syarif.

"Yang saya bisa katakan selama tiga kali melakukan wawancara dan FGD saya belum menemukan calon yang ideal. Yang bisa menggantikan, sekurang kurangnya mendekati Sandiaga Uno," kata Syarif yang juga menjabat Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI, saat dihubungi Jum'at (8/2/2019).

Meski demikian, tegasnya, agenda FPT hingga menghasilkan dua nama cawagub masih sesuai jadwal yang ditentukan. Rencananya, tim FPT akan menyerahkan dua nama cawagub dari PKS kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedanpada tanggal 11 Februari nanti.

Pada Jumat (8/2/2019) malam, tim FPT akan menyerahkan hasil Focus Group Discussion (FGD) atau konsultasi publik dengan tokoh masyarakat Jakarta kepada Cawagub DKI. Nantinya, tim FPT akan kembali mendalami kapasitas masing-masing Cawagub sebagai bagian proses seleksi.

"Saya berpendapat ya kalau tugas panelis hanya merekomendasi, pendalaman dari berbagai isi indikator-indikator yang sudah disusun. Sementara saya mengikuti 2 kali terjadi dinamika yang cukup tinggi karena itu saya boleh mengatakan ada kemungkinan tiga-tiganya lolos, ada kemungkinan tiga-tiganya nggak lolos semua," ujar Syarif.

Menurut Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta ini, tim panelis FPT itu hanya akan memberikan rekomendasi kepada masing-masing partai pengusung Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017 lalu. Karena ada kesepakatan antara Gerindra dan PKS yang menyerahkan kursi wagub ke PKS, maka kemungkinan pengajuan nama baru Cawagub DKI Jakarta itu diserahkan lagi ke PKS.

"Hasilnya bergantung kepada PKS-nya apakah akan mengajukan kembali atau tidak. Yang paling penting prinsipnya tanggal 10 harus sudah selesai. Hasilnya apapun serahkan ke partai. Kan bentuknya rekomendasi," tegasnya.

Selama menjalankan FPT, ungkapnya, ketiga cawagub kader PKS ini dinilai kurang membangun relasi dengan DPRD DKI Jakarta. Padahal, jelasnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedanmembutuhkan sosok yang bisa menjalin komunikasi akrab dengan DPRD DKI Jakarta sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kita sabar dulu, tunggu nanti malam perkembangannya seperti apa. Salah satu pokok masalah lainnya, tata ruang dan pengentasan kemiskinan itu masalahnya sangat kompleks. Kayak soal Tanah Abang, Bukit Duri, Kampung Akuarium, itu ya. Kebanyakan kan sama-sama tahu, kebijakan itu ada di tangan pak Anies. Nah sekarang bagaimana Wagub bisa menerjemahkan soal pendekatan ruang dan kampung yang kumuh itu," jelasnya.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?