• News

  • Megapolitan

Kadernya Disebut Kurang Ideal Dampingi Gubernur Anies, Ini Tanggapan PKS

Balaikota DKI Jakarta
Bisnis Wisata
Balaikota DKI Jakarta

JAKARTA, NNC - Anggota tim uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test (FPT), Syarif menyatakan, calon wakil gubernur (Cawagub) DKI asal PKS belum ideal untuk mendampingi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Terkait hal itu, Humas DPW PKS DKI Jakarta, Zakaria mengatakan, penilaian Cawagub DKI dari salah satu tim panelis FPT asal Gerindra itu kembali lagi kepada komitmen partai Gerindra dengan PKS.

Menurutnya, Gerindra pernah menyebutkan proses seleksi Cawagub itu bisa tuntas pada 25 Januari. Namun, belakangan malah mundur jadi 11 Februari nanti. Sehingga, komitmen Gerindra untuk penyeleksian Cawagub itu pun dipertanyakan.

"Meskipun memang urusan cawagub enggak bisa sesederhana yang kita pikirkan. Kan permasalahan Jakarta juga cukup banyak. Tapi menurut kami, dari 3 orang ini insyaallah sudah mewakili keinginan dari panelis dan tentunya insyaallah warga Jakarta (menerima)," kata Zakaria saat dikonfirmasi, Jumat (8/2/2019).

Terlebih, ungkapnya, ketiga cawagub DKI itu sudah aktif berinteraksi dengan media, baik Agung Yulianto, Ahmad Syaikhu dan Abdurrahman Suhaimi. Ketiga cawagub ini, tegasnya, mewakili berbagai unsur yang dibutuhkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Apalagi yang kurang? Sementara masing-masing cawagub mewakili unsur-unsur yang dibutuhkan. Yang berdua misalnya berlatar belakang sebagai orang yang mengerti tentang keuangan dan anggaran. Kemudian yang satu ada unsur dari DPRD, ketua fraksi langsung. Jadi apalagi yang mau dipertimbangkan," jelasnya.

Politisi PKS ini mengungkapkan, jika penyeleksian Cawagub DKI Jakarta ini tidak tuntas segera, maka konsentrasi PKS untuk pemenangan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif akan terganggu. Dia berharap, partai koalisinya yakni Gerindra bisa segera mengkomunikasikan kembali apa-apa yang kurang dalam penyeleksian Cawagub tersebut.

"Karena kita nggak bisa berdiri sendiri, Gerindra nggak bisa berdiri sendiri. PKS apalagi, nggak bisa berdiri sendiri. Kita harus berkoalisi, kerja sama menentukan hal yang baik ke depan untuk warga Jakarta, dalam hal ini cawagub," tegasnya.

Pengamat politik dari Budgetting Metropolitan Watch, Amir Hamzah mengaku khawatir atas ketidaksolidan PKS dan Gerindra di Jakarta. Menurutnya, proses panjang penyeleksian Cawagub DKI Jakarta itu akan berimbas pada pemenangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang diusung keduanya.

"PKS dan Gerindra ini tidak solid dalam pencalonan. Sebaiknya Gerindra dan PKS sebagai partai yang tidak mayoritas di DKI, fokus di pemenangan Pilpres nanti. Baru, usai pemilu diusulkan dan dibahas kembali Cawagub PKS ini. Sambil melakukan penelitian dan pencarian kader terbaik dan lobi-lobi politik ke setiap fraksi di DPRD DKI Jakarta," tandasnya.

Sebelumnya anggota tim uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test (FPT), Syarif menyatakan, calon wakil gubernur (Cawagub) DKI asal PKS belum ideal untuk mendampingi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Meski demikian, tegasnya, agenda FPT hingga menghasilkan dua nama cawagub masih sesuai jadwal yang ditentukan. Rencananya, tim FPT akan menyerahkan dua nama cawagub dari PKS kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada tanggal 11 Februari nanti.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?