• News

  • Megapolitan

Isu Jual Beli Jabatan di Pemprov DKI, Gubernur Anies Diminta Jangan Diam

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
dok.Istimewa
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

JAKARTA, NNC - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didesak untuk menindaklanjuti dugaan kasus jual beli jabatan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Terlebih adanya indikasi pembiayaan oleh Inspektorat DKI Jakarta.

"Saya mendapat informasi, malah inspektorat turut bermain juga. Seperti untuk kasus pejabat di Dinas Kesehatan. Ada yang bilang bahwa inspektorat meminta wakadis kemarin, agar dinkes bisa lebih solid dan kompak untuk menutupi satu sama lain," ujar Direktur Eksekutif Budgetting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah, di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Dengan informasi itu, katanya, semakin membuktikan bahwa ada penyimpangan di tubuh Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta. Dia berharap, Gubernur DKI Jakarta segera menyikapi pejabat yang ada di Dinkes DKI yang diindikasikan tersandung kasus hukum.

"Selama ini kan sudah menimbulkan tanda tanya publik. Maka paling tidak harus ada sanksi administrasi yang diberikan gubernur kepada anak buahnya. Jangan-jangan oknum inspektorat ini juga turut mencicipi hasil korupsinya," ujar Amir.

Menurutnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan harus berpegang pada asas penyelenggaraan pemerintah daerah. Seperti asas akuntabilitas, transparansi dan taat hukum. Sehingga, ketika ada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menyimpang dari asas itu, lanjut Amir, gubernur bisa langsung memeriksanya.

Diakuinya, permasalahan yang ada di tubuh Dinkes DKI Jakarta muncul karena ada penempatan pejabat yang diduga tersandung kasus hukum. Seperti dugaan korupsi pembangunan 16 puskesmas pada tahun 2016 dan 2017. Lalu pengadaan obat non formalium nasional (Fornas) pada tahun 2017, hingga dugaan korupsi pada pembangunan RSUD Cipayung dan Kebayoran Lama.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya

Apa Reaksi Anda?