• News

  • Megapolitan

Relawan Amarta Khawatir Jika SBY Bergabung ke Anies-Sandi

M Rico Sinaga (ist)
M Rico Sinaga (ist)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) M Rico Sinaga menilai ada sederet untung rugi bagi Prabowo serta cagub-cawagub DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Anggota Presidium Relawan Anies-Sandi ini mengatakan,  bergabungnya Partai Demokrat berpotensi membuat suara pasangan nomor urut tiga itu bakal merosot pada putaran kedua Pilkada DKI pada April 2017 mendatang.

"(Karena) banyak pendukung dan simpatisan Anies-Sandi yang tidak respek kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kalau pendukung Anies-Sandi yang nyoblos 15 Februari lari, tentu sangat merugikan," kata Rico dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (28/2/2017) malam.

Menurut Rico, pengalihan dukungan dari SBY juga bisa menjadi amunisi baru kubu Ahok-Djarot untuk melakukan kampanye hitam.

Dengan begitu, kemungkinan kubu Ahok-Djarot bisa kembali menggunakan isu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) untuk merontokan suara Anies-Sandi, sesalnya.

Sebagaimana diketahui, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjabat Kepala Staf Kodam Jaya ketika peristiwa 27 Juli meletus. Sementara Prabowo diungkit lagi soal penculikan aktivis.

Sedangkan dari sisi keuntungan dari pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Prabowo Susilo Bambang Yudhoyono maka pendukung serta relawan Anies-Sandi bakal bertambah.

Rico pun mengingatkan, agar pertambahan tersebut justru membuat kontraproduktif tim Anies-Sandi yang putaran pertama lalu sukses meraup suara 40 persen.

"Lebih baik tim Anies-Sandi menggarap suara golput yang mencapai 23 persen dari total pemilih sebanyak 7.218.272 orang," kata Rico.

Terkait memaksimalkan suara golput, lanjut Rico, Amarta sukses melakukannya saat Pilgub DKI 2007 yang lalu. Saat itu Amarta berhasil memberdayakan suara golput untuk kemenangan Foke-Prijanto yang mencapai 57 persen.

"Foke menang karena Amarta lewat slogan golput bukan pilihan, bisa memangkas suara golput," papar Rico.

Ada pun potensi suara lain yang harus digarap yakni pemilih pemula yang berusia 17 tahun pada 19 April mendatang, jelas nya.

Ada pun pernyataan tersebut menanggapi Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Gerindra Prabowo Subianto berencana menemui Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pertemuan bertujuan untuk membicarakan pilkada DKI Jakarta putaran kedua, setelah putra sulung SBY Agus Harimurti Yudhoyono yang berpasangan dengan mantan Wali Kota Jakarta Pusat, Sylviana Murni kalah di putaran pertama pada pilkada DKI 15 Frebuari 2017 yang lalu.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Hila Japi

Apa Reaksi Anda?