Senin, 01 Mei 2017 | 11:22 WIB

  • News

  • Megapolitan

Tiga Lokasi Ini Bakal Gelar Pemungutan Suara Ulang

Jumat, 21 April 2017 | 07:38 WIB
 Muhammad Jufri (waspada)
Muhammad Jufri (waspada)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) DKI Jakarta menemukan pelanggaran penggunaan formulir C6 atau surat suara milik orang lain saat pemungutan suara di pilkada DKI Jakarta, Rabu (19/4/2017).

Kata Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Bidang Hukum dan Penindakan Pelanggaran Muhammad Jufri, ada tiga laporan, yakni di TPS 20 Kelurahan Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, TPS 19, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur dan di TPS 1, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat

Di TPS 20, ada suami-istri yang datang mencoblos dengan menggunakan formulir C6 yang bukan miliknya, tapi milik paman dan bibinya. Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) belum mengetahui sampai pada akhirnya pemilik asli formulir C6 datang. "Orang yang punya C6 ini datang mau nyoblos, tapi ternyata tidak bisa karena sudah terpakai suaranya," ujar Jufri.

Sementara  di TPS 19, ada dua orang yang menggunakan formulir C6 milik keluarganya yang sedang tidak ada di Jakarta. Keduanya baru diketahui menggunakan formulir C6 yang bukan miliknya oleh pengurus RT setempat.  Hal yang sama juga terjadi di TPS 1, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Setelah menelusuri seluruh kejadian itu, Jufri mengatakan akan merekomendasikan kepada Komisi Pemilihan Umum DKI untuk dilakukan pemungutan suara ulang.  Sebab dalam aturan, jika satu TPS ada lebih dari satu pemilih yang menggunakan formulir C6 yang bukan miliknya, akan dilakukan pemungutan ulang.

KPU DKI, akan segera menggelar pemilihan suara ulang setelah mendapat surat resmi dari Bawaslu DKI. Pemilihan suara ulang rencananya akan diadakan pada akhir pekan ini.

Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?