Selasa, 22 Agustus 2017 | 02:42 WIB

  • News

  • Megapolitan

Ade Armando: 53 Hari Rizieq ‘Ngumpet‘, Sekarang Ancam Revolusi

Habib Rizieq Shihab.
Visimuslim
Habib Rizieq Shihab.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pernyataan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang menawarkan kepada pemerintah untuk memilih antara rekonsiliasi atau revolusi, mendapat sindiran dari dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia, Ade Armando.

Lewat akun Facebook-nya, Ade menyebut Habib Rizieq takut pulang ke Indonesia. Bahkan ia mengunggah meme yang menyindir ancaman revolusi dari tersangka kasus chat WhatsApp berkonten pornografi yang disebut-sebut telah melarikan diri ke Arab Saudi itu.

"Rizieq Shihab takut pulang ke Indonesia! Dari Arab Saudi, dia meminta pemerintah mengambil jalan damai dalam bentuk rekonsiliasi. Bila pemerintah menolak, dia mengancam akan revolusi!!!," ujar Ade, Minggu (18/6/2017).

"53 hari ngumpet di Arab Saudi, sekarang ngancam mau revolusi, situ sehat?," begitulah tulisan meme yang diunggah oleh loyalis Presiden Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ini.

Sebelumnya Habib Rizieq lewat sambungan telepon dari Arab Saudi dalam sebuah acara diskusi, menginginkan agar beberapa tokoh yang berada di pihak dia, mengatur format yang tepat untuk diadakannya rekonsiliasi dengan pemerintah.

Namun demikian, ditegaskan Habib Rizieq, jika tawaran rekonsiliasi ditolak pemerintah dan masih ada ulama yang dikriminalisasi, kebebasan hak asasi manusia para aktivis diberangus, rakyat jelata terus menerus dipersulit dan Islam dimarginalkan, maka dia bertekad melakukan revolusi.

"Akan tetapi jika rekonsiliasi itu gagal, kalau rekonsiliasi itu tetap ditolak oleh pihak seberang sana, maka tidak ada kata lain yang harus kita lakukan kecuali lawan. Jadi sekarang pilihannya ada di hadapan pemerintah, terserah pemerintah, mau rekonsiliasi atau revolusi," tegas Habib Rizieq, Jumat (16/6/2017).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Y.C Kurniantoro

Apa Reaksi Anda?