Sabtu, 23 September 2017 | 05:29 WIB

  • News

  • Megapolitan

Dari Ahok ke Hary Tanoe, Surga ke Kafir, Apa karena Uang?

Arbi Sanit (Netralnews/Adiel Manafe)
Arbi Sanit (Netralnews/Adiel Manafe)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sikap Presidium Alumni 212 yang melakukan aksi membela Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo, pada Jumat (14/7/2017), terus menuai cibiran.

Apalagi dalam beberapa aksi sebelumnya mereka konsisten pada Aksi Bela Islam dan sempat menolak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi gubernur lewat Pilkada DKI 2017 dengan alasan kafir, dan memilih Ahok bertentangan dengan Al Maidah ayat 51.

Menanggapi sikap Presidium Alumni 212 itu, pengamat politik Arbi Sanit mengatakan, perjuangan mereka telah menunjukan perubahan yang signifikan.

Pasalnya, dari yang bicara etnis, surga dan neraka saat menentang Ahok, kini ditanggalkan saat membela Hary Tanoe.

Atas perubahan sikap itu, Arbi menduga, bukan tidak mungkin semua dilakukan tergantung pesanan alias karena uang.

"Begitulah banyak yang berubah, berbalik 100 persen, ini kan buktinya, dari surga ke kafir. Kekuatan apa yang bisa membalik orang seperti itu, kalau bukan uang yang bisa membalik," kata Arbi kepada Netralnews.com, Minggu (16/7/2017).

"Kalau menurut saya begitu, walau kita nggak punya faktanya sekarang namun menurut hemat saya itulah modusnya balik kanan. Menurut saya itu yang paling masuk akal untuk mencoba tindakan-tindakan mereka yang aneh," tandasnya.

Sebelumnya, Presidium Alumni 212 menyambangi kantor Komnas HAM di Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, (14/7/2017). Salah satu agenda mereka adalah melaporkan adanya dugaan kriminalisasi dan dizaliminya Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo.

Hary Tanoe ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri dalam dugaan ancaman melalui pesan singkat kepada Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto.

"Kebetulan ada yang kasih tahu kita, bilang ke kita, 'Tolong dong Hary Tanoesoedibjo dibantu, kan dia banyak bantu berita kita juga'. Ada yang sampai ke saya. Ya sudah nanti kita bantu," ujar Ketua Presidium Alumni 212, Ansufri Idrus Sambo, di kantor Komnas HAM, Jumat (14/7/2017).

"Ini tidak ada kaitan dengan dukungan politik. Kita hanya membantu urusan kemanusiaan, kita berbeda dengan urusan politik, saya berbeda dengan urusan politiknya Harry Tanoe, tapi urusan dia dizalimi maka kami sebagai umat Islam maka kami berhak untuk membelanya," tandasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?