Selasa, 21 November 2017 | 11:29 WIB

  • News

  • Megapolitan

Sudah 80 Hari Habib Rizieq Belum Kembali, Begini Sindiran Ade Armando

Ade Armando (dok.Hidayatullah)
Ade Armando (dok.Hidayatullah)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Penggiat media sosial Ade Armando menghitung hari kepergian Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke luar negeri.

Hingga Minggu (16/7/2017) hari ini, Ade kembali mengingatkan jika sudah 80 hari tersangka kasus chat WhatsApp berkonten pornografi yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) itu telah meninggalkan Indonesia.

Tak hanya mengingatkan soal lamanya Habib Rizieq di luar negeri, namun dosen di Universitas Indonesia ini juga selalu melontarkan sindiran lewat akun Facebooknya.

Di hari ke 80 ini, Ade menyindir alasan yang disampaikan Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) itu belum kembali ke tanah air.

Mulai dari keberangkatan Habib Rizieq yang awalnya disebut menjalankan umrah, kemudian persiapan disertasi gelar doktornya di Kuala Lumpur, Malaysia, setelah itu menemui keluarganya di Yaman, hingga rencana melakukan revolusi.

"Saya 80 hari nggak pulang karena eee umroh....Eh karena disertasi...Eh karena ditembak sniper...Eh revolusi...Eh diundan keluarga Yaman...Eee," begitulah caption satir Ade dalam foto Habib Rizieq yang diunggah di akun Facebooknya, Minggu (16/7/2017).

Seperti diketahui, Habib Rizieq kini menjadi tersangka atas dua kasus, yakni kasus penghinaan terhadap simbol negara, Pancasila, yang ditangani Polda Jawa Barat, dan kasus chat WhatsApp berkonten pornografi.

Untuk kasus chat mesum, Polda Metro Jaya (PMJ) telah menyatakan Habib Rizieq masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Ia ditetapkan sebagai buron, karena sejak dikeluarkan surat penangkapan pada Selasa (30/5/2017) lalu, Habib rizieqRizieq belum juga kembali ke Indonesia.

Selain dua kasus diatas, kasus lainnya yang diduga menjerat Habib Rizieq, yakni dugaan penistaan agama Kristen, diduga mengeluarkan ancaman membunuh pendeta-pendeta, dugaan mengeluarkan ujaran kebencian (hate speech) dengan menyatakan ada gambar palu arit di uang rupiah, dan beberapa kasus lainnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?