• News

  • Megapolitan

Djarot Ungkap Filosofi di Balik Nama ‘Simpang Susun Semanggi‘

Ilustrasi simpang susun Semaggi.
Twitter @CFDinfo
Ilustrasi simpang susun Semaggi.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Rencana peluncuran awal (soft launching) Simpang Susun Semanggi dilakukan di akhir Juli ini. Sementara peresmiannya pada 17 Agustus 2017 mendatang oleh Presiden Joko Widodo.

Sebelum dilakukan soft launching dan peresmian, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan filosofi di balik nama dan konstruksi Simpang Susun Semanggi.

Untuk diketahui, jembatan Simpang Susun Semanggi dirancang semasa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot.

Berikut filosofi Simpang Susun Semanggi menurut Gubernur Djarot, dikutip dari akun Instagram-nya, Selasa (25/7/2017).

Tanaman Semanggi adalah merupakan tanaman perairan kelompok paku air (Salviniales) dari keluarga Marsileaceae. Tanaman ini tumbuh kembang di area persawahan, rawa dan saluran-saluran irigasi.

Daun Semanggi boleh dikonsumsi layaknya lalapan atau bagian dari hidangan salad. Di Surabaya ada kuliner sejenis pecel, Pecel Semanggi, yang salah satu bahan utamanya adalah daun Semanggi.

Ada mitos di Irlandia, bahwa Semanggi berdaun empat, *four-leaf clover*, adalah semanggi keberuntungan (lucky clover) yang dipercaya dapat membawa keberuntungan.

Konon, area Karet Semanggi Jakarta dulu adalah rawa-rawa yang banyak tumbuh tanaman Semanggi. Apakah Ir. Sutami terinspirasi dari tanaman ini untuk proyek gagasannya, atau kemudian yang menginspirasi Bung Karno menamai jembatan ini dengan nama Jembatan Semanggi?

Bung Karno pernah mengungkapkan bahwa filosofi daun Semanggi ini laksana 'suh' atau pengikat sapu lidi. Batang lidi yang disatukan dengan 'suh' akan menjadi kokoh. Lidi-lidi yang bersatu akan menjadi kuat. Semanggi dengan satu jembatannya dan 4 daunnya melambangkan penyatuan wilayah Ibukota, sekaligus perlambang persatuan bangsa. Wallahu alam.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Y.C Kurniantoro

Apa Reaksi Anda?