Selasa, 21 November 2017 | 11:26 WIB

  • News

  • Megapolitan

Tak Nyaman dan Merdeka di Indonesia, Habib Novel Ingin Hijrah

Habib Novel Chaidir Bamukmin
istimewa
Habib Novel Chaidir Bamukmin

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Novel Chaidir Bamukmin mengungkapkan keinginannya untuk hijrah atau pindah ke negara lain, seperti yang dilakukan oleh Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.

"Kalau saya mampu, saya akan hijrah juga, walaupun hijrahnya sementara, (sesekali balik) sekedar nengokin rumah, balik lagi, jalan lagi," kata Habib Novel kepada Netralnews.com beberapa hari lalu.

Alasan Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) itu ingin hijrah, karena ia mengaku di Indonesia kerap mendapat teror sehingga dirinya tidak merasa nyaman.

"Saya sudah nggak nyaman hidup di Indonesia ini. Kalau teror demi teror tidak bisa diatasi, saya akan hijrah juga," ujar Habib Novel.

Ditambahkan Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ini, ia akan berhijrah, jika ada yang mau memfasilitasinya ke negara yang baru.

"Kalau saya punya tempat, fasilitas ada yang bisa menampung saya, saya mendingan hijrah ke negara lain yang bisa melindungi saya," paparnya.

Jika hal itu terwujud, sambung Habib Novel, dirinya akan merasa merdeka dan dapat berdakwah tanpa merasa terancam seperti di Indonesia.

"(Kalau hijrah) Saya bisa menikmati kemerdekaan, saya bebas beribadah, saya bebas berdakwah," ungkapnya.

Lebih jauh Habib Novel mencontohkan hijrah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah, begitu juga yang dilakukan Habib Rizieq.

"Harus berhijrah, Rasulullah berhijrah. Ketika Rasulullah terzalimi di Mekkah, untuk memperpanjang dakwahnya, Rasulullah harus berhijrah ke Madinah," ungkapnya.

"Begitu juga dengan Habib Rizieq, ketika dakwah sudah dipersulit di negaranya sendiri, sudah benar-benar zalim, betul-betul luar biasa kezaliman ini, maka kita harus hijrah," jelas Habib Novel.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?