Selasa, 24 Oktober 2017 | 03:46 WIB

  • News

  • Megapolitan

Djarot: Yang Meragukan Pancasila, Kembalikan KTP-nya, Pindah ke Negara Lain

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat  (Netralnews/Adiel Manafe)
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (Netralnews/Adiel Manafe)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, Pancasila sebagai ideologi dasar bagi negara Indonesia yang juga rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara, telah terbukti mengikat seluruh rakyat Indonesia.

"Kita semua menjadi bangsa Indonesia diikat oleh suatu ideologi yang sama, menapak di dalam satu dasar negara yang sama yaitu Pancasila," kata Djarot dalam sambutannya saat meresmikan Air Mancur Menari di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

Untuk itu, siapapun yang meragukan Pancasila, Djarot meminta mengembalikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) nya, dan mempersilahkan angkat kaki dari Indonesia dan pindah ke negara lain.

"Oleh karena itu, siapapun yang meragukan ideologi Pancasila, siapapun yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila, dan bertempat tinggal di Indonesia, jangan menjadi warga negara Indonesia, silahkan pindah ke negara lain," sambungnya dengan menggebu-gebu.

"Kenapa? Karena di dalam kartu penduduk kita, KTP kita itu ada Garuda Pancasila, kalau dia nggak sesuai dengan Pancasila ya Pancasila, ya sesuai dengan Pancasila ya Pancasila, ya kembalikan KTP-nya dong, pindah ke negara lain yang sesuai dengan ideologinya," tegasnya.

Selain itu, Djarot juga mengingatkan semua masyarakat Indonesia untuk tidak saling menghujat, melecehkan, dan mendiskriminasi.

"Janganlah sesama bangsa kita ini saling gaduh, saling menyalahkan satu sama lain, saling membenci satu sama lain, melecehkan satu sama lain, merendahkan satu sama lain dan mendiskriminasikan satu sama lain. Jangan!," pungkasnya.

Dihadapan ribuan warga yang hadir di kawasan Monas, politisi PDI-P ini juga mengajak semuanya untuk menanamkan sikap saling menghargai, menghormati, dan menjadi teladan bagi sesama.

"Saudara-saudaraku sekalian, marilah kita saling menghargai satu sama lain. Yang dibutuhkan oleh republik kita tercinta ini adalah keteladanan dari kita semua. Keteladanan bukan hanya dari sisi pemimpinnya, tapi keteladanan itu juga dari seluruh warga bangsa Indonesia," papar Djarot.

"Karena kita semua adalah bangsa yang beradab, bangsa yang berbudaya, bangsa yang memiliki etika untuk saling hormat dan menghormati satu sama lain, satu bangsa yang bertoleransi satu sama lain sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika. Tahana marwah wadah," tandasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?