Jumat, 20 Oktober 2017 | 21:23 WIB

  • News

  • Megapolitan

Polisi Masih Buru 3 Pelaku Pengeroyok dan Pembakar Joya

Joya yang dituduh sebagai pencuri amplifier, dikeroyok dan dibakar hidup-hidup
istimewa
Joya yang dituduh sebagai pencuri amplifier, dikeroyok dan dibakar hidup-hidup

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Petugas Polres Kota Bekasi Kabupaten sudah menangkap lima pelaku pengeroyokan dan pembakaran terhadap Muhammad Alzahra alias Joya (30) yang diduga pelaku pencurian amplifier milik Musala Al Hidayah, di Kampung Muara Bakti RT 12 RW 07,  Desa Urip Jaya, Babelan, Kabupaten Bekasi.

Menurut Kapolresta Metro Bekasi Kombes Pol Asep Adisaputra Sabtu (12/8/2017, masih ada tiga pelaku lagi  yang diduga terlibat pembakaran  Joya, yang saat ini masih diburu oleh polisi.

Sebagaimana keterangan SD, pelaku yang menyiram bensin ke tubuh Joya lalu membakarnya, kepada polisi,   masih satu orang lagi yang membeli bensin. "Jadi masih ada dua orang dengan peran yang berbeda, yaitu memukul Joya atau andil dalam pengeroyokan. Dan kami terus mengembangkan siapa saja yang terlibat,” kata Kapolres.

Sementara satu orang lagi, dicari terkait pembakaran itu. "Karena menurut saksi dan pelaku ada orang lain yang membantu bersama-sama. Yang membelikan bensin tersebut,” jelas Kapolres.

Para pelaku yang  ditangkap di tempat berbeda. Kelimanya pun bukan berasal dari kawasan musala Al Hidayah. Saat kejadian mereka berada di Pasar, begitu mendengar teriakan maling, mereka pun bergerak spontan melakukan pengeroyokan dan pembakaran terhadap Joya.

Kapolres menjelaskan dari 9 saksi yang diperiksa sebelumnya sudah tertangkap 5 orang pelaku.  Aksi pengeroyokan dan pembakaran Joya itu sempat terekam video dan menjadi viral di YouTube. Namun, tak semua yang ada di video itu melakukan kekerasan terhadap Joya, ada pula yang melarang.

Sebelumnya, Joya yang bekerja sebagai tukang reparasi elektronik telah dituduh mencuri amplifier milik musala Al Hidayat di Desa Hurip Jaya kecamatan Babelan kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (1/8/2017).

Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?